Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Cerita Petugas TPU Bambu Apus
Liang Lahat Yang Digali 10, Jenazah Corona Datang 15
Selasa, 2 Februari 2021 07:27 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Persentase kematian akibat Covid-19 di Jakarta sebesar 1,6 persen. Rata-rata, 92 kasus kematian per hari. Kondisi ini membuat ketersediaan lahan makam semakin berkurang.
Pantauan Rakyat Merdeka di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, setiap hari petugas menyiapkan puluhan liang kubur sebelum jenazah datang. Beberapa petugas lain ikut membantu memakamkan.
Sejak TPU Bambu Apus dibuka untuk pemakaman jenazah Covid-19, jumlah petugas makam di TPU ini ditambah menjadi 30 orang.
Baca juga : Periksa 4 Saksi Kasus Suap Banggai Laut, Ini Yang Digali KPK
Tak ada waktu buat petugas berleha-leha. Pasalnya, baru menggali tujuh lubang liang lahat, tak lama diisi oleh jenazah yang datang. Alhasil, Tenaga Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) setiap hari harus bertarung dengan waktu.
“Jumlah liang yang digali kadang kurang, karena kalah dengan jumlah jenazah yang datang. Pagi hari sudah disiapkan tujuh lubang, tapi yang datang 15 jenazah. Sisanya nunggu digali dulu. Pernah baru kelar menggali 10 makam, datang lagi 15 jenazah,” tutur Pengawas Pelaksana Khusus Pemakaman Covid-19 TPU Bambu Apus Muhaimin di Jakarta, kemarin.
Penggali kubur juga kadang kesulitan mencangkul. Soalnya, material tanah di TPU Bambu Apus bercampur bebatuan. Susah digali dengan manual. Di lahan normal, satu liang butuh waktu satu jam penggalian. Jika ada batu, bisa sampai dua jam.
Baca juga : Serem... 4.500 Petak Makam Jenazah Covid Sudah Penuh
“Makanya, kalau sebelumnya hanya ada 16 orang kini ditambah menjadi hingga 30 orang per harinya,” tambahnya.
Muhaimin mengungkapkan, selama seminggu ini sudah 306 jenazah dimakamkan di TPU Bambu Apus. Kondisi ini membuat kapasitas petak makam menipis.
Pengurus makam pun terpaksa memangkas ukuran petak makam. Jika biasanya ukuran per petak makam 2,5 x 1,5 meter persegi menjadi 1,2 x 2,2 meter persegi. Tapi jarak antarmakam tetap 40 centimeter.
Baca juga : Bertambah Lagi, 5 Tahanan KPK Kena Corona
“Cara ini membuat jumlah petak makam bertambah hampir dua kali lipat,” ujar Muhaimin.
TPU Bambu Apus memiliki luas lahan 3.000 meter persegi dan dibagi menjadi 4 blad pemakaman. Dari jumlah itu, tiga blad untuk pemakaman khusus Covid-19. Satu blad untuk pemakaman umum.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya