Dark/Light Mode

Berseragam SMA, Petugas TPS Di Pangalengan Terapkan Protokol Kesehatan

Rabu, 9 Desember 2020 15:17 WIB
Perugas KPPS di TPS 3 Desa Lamajang Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang menggunakan seragam SMA, pada pelaksanaan Pilkada Serentak, Rabu (9/12). (Foto: Antara)
Perugas KPPS di TPS 3 Desa Lamajang Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang menggunakan seragam SMA, pada pelaksanaan Pilkada Serentak, Rabu (9/12). (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di tempat pemungutan suara (TPS) 3 Desa Lamajang Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengenakan kostum seragam sekolah menengah atas (SMA) dalam proses pemilihan bupati.

Ketua KPPS TPS 3 Lamajang Karsidin mengatakan tema seragam SMA itu dipilih karena warga di kawasan itu antusias dengan adanya wacana pembukaan aktivitas sekolah secara normal. Meski begitu, pria berusia 41 tahun ini memastikan protokol kesehatan di TPS itu diterapkan secara ketat. "Kondisi sekarang ini sekolah itu kan sedih sekali, mudah mudahan dengan memakai seragam ini sekolah bisa kembali dibuka," kata Karsidin, Rabu (9/12).

Ia mengatakan sebelum TPS dibuka untuk pemilih, petugas KPPS telah menyemprotkan cairan disinfektan ke setiap sudut di TPS tersebut. Tak lupa kursi untuk pemilih juga diatur dengan jarak sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Baca juga : Nyoblos Di TPS Khusus, Pengungsi Merapi Patuhi Protokol Kesehatan

Menurut Karsidin, Di TPS itu, ada sebanyak 385 pemilih yang terdata untuk menggunakan hak suaranya dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Bandung. Rinciannya 192 pemilih merupakan laki-laki, dan 193 pemilih merupakan perempuan.

Sebelum memasuki kawasan TPS, menurut Karsidin petugas KPPS meminta para pemilih untuk mencuci tangan di tempat cuci tangan yang tersedia. Setelah itu petugas mengecek suhu tubuh para pemilih itu. "Kalau suhu tubuhnya ada yang lebih dari 37,3 derajat celsius, maka pemilih itu akan diarahkan ke bilik khusus, namun sejauh ini belum ada pemilih yang menggunakan bilik itu," ujarnya.

Selain itu, Karsidin yang juga menjabat sebagai Ketua Rukun Warga (RW) 3 Desa Lamajang itu memastikan di kawasannya belum ada warga yang terpapar Covid-19. Sehingga ia berharap proses pemilihan di TPS tersebut berjalan lancar.

Baca juga : Besok Coblosan, Ganjar Wanti-wanti Soal Protokol Kesehatan

"Kalau tidak ada hambatan, setelah ini kami akan jemput bola ke rumah-rumah warga untuk pemilih yang sedang sakit, proses itu pun dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat," kata Karsidin.

Sementara itu, Anggota Komisioner Divisi Sosialisasi, SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Bandung Supriyatna memastikan dalam penyelenggaraan pemungutan suara, tidak ada anggota KPPS yang terkonfirmasi Covid-19.

Supriyatna mengatakan dari total keseluruhan 61.866 petugas KPPS ditemukan sebanyak 199 orang yang terkonfirmasi Covid-19 berdasarkan tes usap. Para petugas yang terkonfirmasi itu menurutnya sudah diisolasi dan digantikan dengan petugas baru. "Kalau yang positif itu kita langsung ganti dan penggantinya langsung kita lakukan tes cepat/ rapid test," pungkas Supriyatna. [SRI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.