Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dianggap Berlebihan Bawa Senjata ke Rumah Nia Ramadhani, Ini Kata Polisi

Sabtu, 10 Juli 2021 15:18 WIB
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie. (Foto: Instagram)
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Polres Metro Jakarta Pusat menyatakan, sudah menjalankan standard operational procedure (SOP) saat menggeledah rumah pasangan Nia Ramadhani-Ardi Bakrie.

Pernyataan itu merupakan tanggapan atas tudingan kuasa hukum Nia-Ardi, Wa Ode Nur Zaenab, yang menyebut polisi berlebihan karena membawa senjata ke rumah kliennya ketika melakukan penggeledahan.

"SOP itu tetap kami lakukan, itu aja. Itu berlaku buat semuanya dari tersangka manapun," ujar Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Indrawienny Panjiyoga, saat dikonfirmasi, Sabtu (10/7).

Berita Terkait : Diaduin Nia Ramadhani Nyabu, Ardi Bakrie Serahkan Diri

Menurut Panjiyoga, hal tersebut lumrah dilakukan jajaran kepolisian ketika melakukan penggeledahan dan penyelidikan kasus pelanggaran pidana. Malah, kata dia, tindakan polisi di rumah Nia dan Ardi membuktikan, korps baju cokelat tidak membedakan penanganan kasus.

"Pengawalan itu merupakan SOP dari kami dengan menggunakan senjata dan itu menunjukkan semuanya tidak ada perbedaan di mata hukum. Semuanya sama ya," tegas Panjiyoga.

Selain itu, Panjiyoga juga menyebut, alasan lainnya, polisi membawa senjata saat melakukan penggeledahan adalah untuk melindungi tersangka. 

Berita Terkait : Gelar Doa Bersama Secara Virtual, Risma Harap Pandemi Ini Segera Berakhir

"Ini untuk melindungi dia dari orang lain. Intinya semuanya sama di mata hukum kami tidak membedakan antara satu dan lainnya. Itu merupakan SOP dari kami selain melindungi petugas dari ancaman sekaligus melindungi tersangka dari ancaman luar," tandasnya.

Sebelumnya, Wa Ode menilai, pihak kepolisian berlebihan karena senjata saat melakukan penggeledahan di rumah Nia. 

"Memang teman-teman, kami nilai agak berlebihan. Saya tidak melihat langsung, tapi di media ada membawa senjata, itu nampaknya sangat berlebihan. Ini (Nia-Ardi) kan korban ya," ujar Wa Ode kepada wartawan di Polres Jakpus, Jumat (9/7).

Berita Terkait : Pangdam Jaya Pimpin Pelepasan Jenazah Nakes Pertama Wisma Atlet Yang Wafat Karena Covid

Soalnya, dia menyebut dari hasil penggeledahan hanya ditemukan sabu sebanyak 0,78 gram. "Jadi tidak perlulah menggunakan senjata, apalagi itu ada perempuan, seorang ibu ya," tandas Wa Ode. [OKT]