Dark/Light Mode

Disanjung Airlangga

Anies Mesem-mesem

Jumat, 20 Agustus 2021 07:35 WIB
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meninjau peluncuran kegiatan vaksinasi bagi ibu hamil, di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (19/8/2021). (Foto: Humas Kemenko Perekonomian)
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meninjau peluncuran kegiatan vaksinasi bagi ibu hamil, di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (19/8/2021). (Foto: Humas Kemenko Perekonomian)

 Sebelumnya 
Seperti diketahui, pelaksanaan vaksinasi bagi ibu hamil dilakukan setelah Kementerian Kesehatan memberikan izin vaksinasi Covid-19 ibu hamil untuk mencegah risiko mengalami gejala berat. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran HK.02.01/I/2007/2021 tentang Vaksinasi Covid-19 Bagi Ibu Hamil dan Penyesuaian Skrining Dalam Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Surat tersebut ditandatangani Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu pada 2 Agustus 2021.

Menanggapi hal tersebut, Anies mengungkapkan, ada sekitar 3 juta masyarakat Jakarta yang belum divaksin. Meski begitu, mayoritas dari mereka merupakan yang bermobilitas rendah. “Yang diam di rumah. Yang nggak banyak aktivitas pergi. Ini belum divaksin,” katanya.

Baca juga : Anies Gaspoll

Untuk menjangkau masyarakat tersebut, Pemprov bakal mengandalkan petugas dasawisma di kampung-kampung. Petugas ini, diharapkan mampu mengajak masyarakat untuk divaksin.

Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu bahkan tak segan menaikkan target vaksinasi dari 8,8 juta menjadi 11 juta. Hal itu lantaran, 40 persen dari peserta vaksinasi merupakan warga di luar DKI Jakarta. Meski begitu, Anies mempersilakan siapapun yang membutuhkan vaksinasi bisa datang ke sentra vaksinasi yang disediakan Pemprov DKI.

Baca juga : Digitalisasi Dukung Kelangsungan Usaha Mikro Milik Perempuan

Hal senada juga disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. Kata dia, total 9,2 juta warga yang telah divaksin di Jakarta, sebanyak 40 persen di antaranya merupakan warga ber-KTP di luar DKI Jakarta.

“Kita meninggikan lagi target menjadi 11 juta karena tidak kurang dari 40 persen itu ternyata yang divaksin di Jakarta adalah warga ber-KTP non DKI,” katanya.

Baca juga : Pekik Airlangga Capres 2024 Bergema Di Jawa Tengah

Kata Riza, pihaknya tidak membedakan pelayanan vaksinasi untuk warga DKI maupun warga non DKI. Riza memahami peran Jakarta selain sebagai Ibu Kota juga pusat bisnis. Terlebih, antusias warga non-DKI yang melakukan vaksinasi di Jakarta sangat tinggi.

Bahkan, warga dari Bandung dan Cirebon serta daerah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi datang ke Jakarta untuk mendapat suntikan vaksin. “Mungkin di Jakarta sosialisasinya (vaksin) baik, kampanyenya lebih baik, tempatnya mungkin baik, kapasitas juga tinggi, sehingga banyak warga yang datang ke Jakarta,” tutur Riza. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.