Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Pemuda Dorong Optimalisasi Cadangan Migas Indonesia

Jumat, 21 Juli 2023 17:10 WIB
Dialog interaktif dengan tema Mengoptimalkan Cadangan Minyak Nasional di Tengah Krisis Energi Dunia, di Jakarta, Kamis (20/7). (Foto: Istimewa)
Dialog interaktif dengan tema Mengoptimalkan Cadangan Minyak Nasional di Tengah Krisis Energi Dunia, di Jakarta, Kamis (20/7). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pimpinan Pusat Kesatria Muda Respublika (PP KMR) menggelar dialog interaktif dengan tema “Mengoptimalkan Cadangan Minyak Nasional di Tengah Krisis Energi Dunia”, di Jakarta, Kamis (20/7). Dialog interaktif tersebut membahas bagaimana Indonesia mengelola secara optimal cadangan minyak dan gas nasional, di saat negara dalam situasi darurat.

Hadir dalam diskusi tersebut Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas Jayabaya Farid Sudrajat, Koordinator Tata Kelola dan Pengelolaan Komoditas Kegiatan Hilir Migas Kementerian ESDM Bapak Mochamad Ilham Syah, Direktur Eksekutif Parwa Institute Muhammad Jusrianto, dan Dewan Pembina PP KMR Iwan Bento Wijaya.

Dalam paparannya, Ilham menyebutkan perlu adanya strategi dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional. Seperti peningkatan produksi, peningkatan kapasitas kilang domestik existing, mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi, peningkatan pembangunan jaringan gas kota, peningkatan produksi LPG domestik, dan pembangunan transmisi gas dan LNG receiving terminal.

Menurutnya, ada kebutuhan mendesak dari dalam negeri terkait ketersediaan cadangan minyak dan gas di Indonesia. Sehingga diperlukan strategi antisipasi dalam menghadapi krisis energi.

Baca juga : Kece Banget! Stasiun KA Cepat Dihias Motif Khas Indonesia

“Jika kita memperoleh kedaulatan energi, kita memperoleh ketahanan energi, dan pembangunan di negara kita bisa berkelanjutan,” papar Ilham.

Senada dengan Ilham, Direktur Eksekutif Parwa Institute Jusrianto menjelaskan, kebutuhan yang besar dalam pemenuhan kebutuhan minyak dan gas di Indonesia muncul pasca Covid-19 dan saat invasi Rusia ke Ukraina. “Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki banyak komoditas yang dapat dijadikan sebagai posisi tawar untuk mengoptimalkan statute Indonesia di mata dunia,” katanya.

Menurut Jusrianto, diperlukan peta jalan terkait cara menghadapi atau menemukan solusi krisis energi dunia yang tidak terlalu berpengaruh pada kondisi domestik Indonesia.

Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas Jayabaya Farid Sudrajat menyebutkan, ketahanan energi adalah dasar keamanan nasional. Menurutnya, ketahanan energi adalah aspek krusial dalam upaya negara memastikan ketersediaan energi yang cukup saat menghadapi situasi darurat.

Baca juga : Santri Dukung Ganjar NTB Sosialisasikan Pentingnya Tangkal Hoaks di Media Sosial

Di tengah komitmen dunia pada transisi energi, lanjutnya, sektor minyak dan gas memiliki peran yang cukup penting. Peran penting tersebut meliputi kepastian pasokan energi nasional tetap stabil menuju transisi, turut berkontribusi pada pendapatan negara, sebagai alat negosiasi perdagangan dunia, serta sebagai pilar utama mewujudkan kedaulatan negara.

“Tentu ini memerlukan peran dari seluruh unsur, termasuk mahasiswa. Seperti peningkatan kesadaran tentang pentingnya ketahanan energi, pengembangan dan advokasi kebijakan energi berkelanjutan, melakukan promosi inovasi teknologi dan riset di bidang migas, meningkatkan efisiensi energi dan penggunaan berkelanjutan, serta memberdayakan masyarakat dalam pengambilan keputusan energi,” paparnya.

Ketua Dewan Pembina PP KMR Iwan Bento Wijaya menjelaskan, selain penguasaan sumber daya alam negara juga perlu melakukan pengusahaan sumber daya alam, dalam hal ini berkaitan dengan industri hulu dan hilir sumber daya alam. “Langkah-langkah yang dapat negara lakukan dalam penguasaan dan pengusahaan melalui penyertaan modal pada BUMN, menerapkan beberapa skema business to business," ujarnya.

Berdasarkan pantauannya, negara membutuhkan biaya yang sangat besar untuk melakukan penelitian, riset, dan eksplorasi migas. Sehingga skema-skema tersebut mendesak dilakukan industri hulu dan hilir.

Baca juga : Pengamat Apresiasi Upaya PSSI Mitigasi Kerusuhan Suporter Di Liga Indonesia

Saat ini, lanjutnya, langkah yang dilakukan oleh PT Pertamina Hulu Energi sudah tepat. Pertamina Hulu Energi menjalankan penguasaan dan pengusahaan negara terhadap sumber daya alam.

“Sehingga berdampak pada penumbuhan profesionalitas perusahaan, peningkatan image perusahaan, peningkatan nilai perusahaan, kepercayaan pada akses pemodalan, dan akses pendanaan pasar modal,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.