Dark/Light Mode

Sharing Polugri Dari Para Diplomat Lintas Generasi Di Unibraw

Senin, 14 Agustus 2023 10:53 WIB
Para pembicara diskusi tentang peranan diplomat dalam memperjuangkan kepentingan Indonesia yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia Chapter Universitas Brawijaya. Dari kiri: Duta Besar Indonesia untuk Swedia merangkap Latvia 2016-2020 Bagas Hapsoro, Sekretaris Pertama di KBRI Den Haag Andrea A Stefanus, Konsul Muda di KJRI Chicago, Citra Yudha Nur Fatihah, dan Counsellor di PTRI New York, Adib Zaidani. (Foto Dok Rakyat Merdeka/RM.id)
Para pembicara diskusi tentang peranan diplomat dalam memperjuangkan kepentingan Indonesia yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia Chapter Universitas Brawijaya. Dari kiri: Duta Besar Indonesia untuk Swedia merangkap Latvia 2016-2020 Bagas Hapsoro, Sekretaris Pertama di KBRI Den Haag Andrea A Stefanus, Konsul Muda di KJRI Chicago, Citra Yudha Nur Fatihah, dan Counsellor di PTRI New York, Adib Zaidani. (Foto Dok Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembicaraan mengenai peran diplomat semakin eksis di masyarakat, mahasiswa dan pengusaha. Di Univetsitas Brawijaya, diplomat lintas generasi berbagi kisah.

Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Chapter Universitas Brawijaya (Unibraw), Sabtu, 12 Agustus 2023, menggelar diskusi tentang peranan diplomat dalam memperjuangkan kepentingan Indonesia. Sharing (berbagi) pengalaman diplomat lintas generasi itu berlangsung seru.

Baca juga : HT Minta Kader Kerja Keras Menangkan Perindo Di Pemilu

Diskusi mengundang Bagas Hapsoro, Duta Besar Indonesia untuk Swedia merangkap Latvia (2016-2020). Selain itu, pada acara intimate session dilakukan diskusi one-on-one antara 3 diplomat Indonesia dengan para mahasiswa Unibraw.

Ketiga diplomat tersebut adalah Adib Zaidani, Counsellor dari PTRI New York, Andrea A. Stefanus, Sekretaris Pertama dari KBRI Den Haag, dan Citra Yudha Nur Fatihah, Konsul dari KJRI di Chicago.

Baca juga : Bamsoet Ajak Hipakad Perkuat Ideologi Pancasila di Kalangan Generasi Muda

Pembina FPCI, Primadiana Yunita dalam pidato sambutannya menyatakan, Kemlu merupakan instansi yang selalu tanggap terhadap gejolak internasional.

"Tidak hanya masalah antar negara, problem yg dihadapi tenaga kerja Indonesia di luar negeripun selalu direspon dg baik," kata Primadiana Yunita.

Baca juga : Dipuji, Sinergi Pusat Dan Daerah Tuntaskan Beasiswa Otsus Papua

Harapannya, acara ini bisa membuka wawasan dan membuka pengetahuan mengenai dunia diplomat. Menurutnya, sejumlah riset membuktikan, pekerjaan sebagai diplomat masih menjadi profesi yang populer di survey yang diadakan kurang lebih dua tahun belakangan ini.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.