Dewan Pers

Dark/Light Mode

BPIP: Kampus Sasaran Pengembangan Karakter Pancasilais

Rabu, 17 Nopember 2021 21:52 WIB
Kepala BPIP Yudian Wahyudi (tengah) memberikan Kuliah Umum dan Penandatanganan Kerja Sama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Rabu (17/11). (Foto: Ist)
Kepala BPIP Yudian Wahyudi (tengah) memberikan Kuliah Umum dan Penandatanganan Kerja Sama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Rabu (17/11). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Salah satu indikator warga negara berkualitas adalah pemahaman mendalam tentang wawasan kebangsaan dan perilaku Pancasilais. Kuncinya pada pengembangan karakter anak kampus dan generasi muda.

Hal ini terungkap dalam Kuliah Umum dan Penandatanganan Kerja Sama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Rabu (17/11).

Kepala BPIP Yudian Wahyudi mengatakan, ada tiga peraturan perundangan yang mengamanatkan sistem pendidikan untuk pengembangan karakter SDM. Yakni Pasal 3 UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, dan revisi PP 57/2021 tentang Standar Nasional Pendidikan.

"Tujuan pembangunan bukan hanya menghasilkan SDM berdaya saing dalam iklim kompetisi global, tapi juga generasi berkarakter," ujar Yudian.

Berita Terkait : AS-Indonesia Tilik Capaian Penanggulangan Korupsi

"Di sinilah letak penting kerja sama BPIP dan institusi perguruan tinggi di Indonesia, termasuk IAIN Curup," tambah mantan rektor UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta ini.

Yudian menyampaikan, kampus adalah tempat berkumpul mayoritas anak muda Indonesia. Dengan data demografi generasi milenial 25,8 persen dan generasi Z 27 persen dari total jumlah penduduk.

"Pengembangan karakter untuk mahasiswa adalah tantangan, mengingat perbedaan generasi. Perlu strategi dan program khusus agar pembinaan Ideologi Pancasila bisa tepat sasaran," tukasnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, BPIP sedang fokus terhadap penyusunan materi dan bahan ajar Pendidikan Pancasila dari  PAUD hingga Perguruan Tinggi.

Berita Terkait : LPEI Biayai Pembangunan KEK Mandalika

"Meski masih harus disempurnakan, secara umum 15 bahan ajar Pendidikan Pancasila yang sudah kami susun mendapatkan sambutan hangat dari berbagai Kementerian/Lembaga, seperti Menkopolkam, Lemhanas, BNPT," beber Yudian.

Kemudian, BPIP menyusun konten pendidikan Pancasila yang disebarluaskan figur publik. "Kami bekerja sama dengan seniman, artis, dan tokoh publik dengan gaya lebih komunikatif," seloroh Yudian.

Di tempat yang sama, Rektor IAIN Curup Rahmad Hidayat mengungkapkan pihaknya telah dan akan mewujudkan kegiatan berbasis moderasi. Mulai dari kurikulum, hingga mendirikan Rumah Pancasila. "Kami selalu berbuat sesuai nilai-nilai Pancasila," tukasnya.

Sebelumnya pada Agustus 2020, BPIP dan IAIN Curup telah menobatkan Desa Sindang Jati di Kecamatan Sindang Kelingi, Bengkulu, sebagai Desa Moderasi Beragama dan Kebangsaan.

Berita Terkait : Kemenkominfo Bikin Pedoman Penyelenggaraan Infrastruktur Pasif

Adapun acara Penandatanganan MoU BPIP dan IAIN Curup ini juga dihadiri oleh jajaran BPIP lain, unsur pemerintah daerah dan institusi hukum, serta para mahasiswa secara langsung dan daring. [GO]