Dewan Pers

Dark/Light Mode

Moeldoko Temui Para Pendemo Aksi Kamisan di Semarang

Kamis, 18 Nopember 2021 15:41 WIB
Kepala KSP Moeldoko temui para pendemo Kamisan di Semarang, Kamis (18/11). (Foto: ist)
Kepala KSP Moeldoko temui para pendemo Kamisan di Semarang, Kamis (18/11). (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Puluhan orang memenuhi Taman Signature di jantung Kota Semarang. Mereka datang memenuhi Seruan Aksi Kamisan yang beredar melalui pesan instan sejak semalam.

Melalui pengeras suara, pengunjuk rasa itu meneriakkan tuntutan agar Festival HAM tidak diisi oleh pelanggar HAM.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko mengatakan, yang baru selesai menjadi pembicara kunci dalam rangkaian Festival HAM itu, langsung menemui mereka. 

Berita Terkait : Masa Pendaftaran Seleksi Dewan Direksi RRI Diperpanjang

Anehnya, para pengunjuk rasa malah menolak dan menyambut Kepala Staf Kepresidenan itu dengan teriakan, “Para pelanggar HAM tidak boleh bicara HAM !” Mereka juga menyuruh Moeldoko meninggalkan arena. 

Namun sikap Moeldoko tetap tenang. Kepada para pengunjukrasa, Moeldoko menegaskan, “Ini merupakan penghormatan kepada HAM, memastikan hak berbicara terpenuhi. Kita hormati dan kita dengar aspirasinya. Pemerintah tidak anti kritik,” ujarnya.

Moeldoko menyatakan, pemerintah selalu serius menyelesaikan berbagai persoalan dan kasus HAM yang ada. "Pemerintah memiliki komitmen yang kuat untuk menyelesaikan masalah HAM karena ini merupakan salah satu janji Presiden yang harus dituntaskan," ujarnya. 

Berita Terkait : Persita Vs Bhayangkara FC, Pendekar Cisadane Waspadai Semua Lini

Kepada pengunjukrasa, Moeldoko mengakui jika tidak mudah menyelesaikan persoalan yang ada.

Aksi Kamisan Semarang digelar para aktivis saat Festival HAM 2021 berlangsung, Kamis (18/11). Aksi tersebut mengkritisi penyelenggaraan Festival HAM 2021 yang dianggap memberikan panggung bagi para pelanggar HAM.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara juga turut menemui pendemo bersama Moeldoko. "Pak Moeldoko ada di sini jadi bukti pemerintah mendukung Komnas HAM untuk menyelesaikan kasus-kasus HAM. Kami terus mendorong dan mengajak berbagai elemen untuk berkolaborasi bersama mencari solusi terbaik bagi bangsa," ujarnya. [DIT]