Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dubes Heri Resmikan PKBM Keempat Di Jepang

Senin, 22 November 2021 09:30 WIB
Dubes RI untuk Jepang, Heri Akhmadi meresmikan PKBM dan Layanan Terintegrasi KBRI Tokyo. (Foto KBRI Tokyo)
Dubes RI untuk Jepang, Heri Akhmadi meresmikan PKBM dan Layanan Terintegrasi KBRI Tokyo. (Foto KBRI Tokyo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar Republik Indonesia (Tokyo)  Heri Akhmadi kembali meresmikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sekolah Nusantara di Toyota City, Prefektur Aichi, Jepang pada Minggu (21/11). 

PKBM ini adalah yang keempat yang diresmikan di Jepang dan diperuntukan bagi Warga Negara Indonesia (WNI).
 
Dalam sambutannya, Heri menjelaskan PKBM adalah fasilitas pendidikan yang disediakan untuk menyelenggarakan pendidikan non formal bagi WNI yang bermukim di Jepang.
 
"PKBM dapat menjadi pusat pendidikan agama dan kebangsaan. Sehingga anak-anak Indonesia yang tinggal di Jepang memiliki pengetahuan dasar dan memahami wawasan kebangsaan, contohnya hafal lagu Indonesia Raya,” ujar Heri dalam keterangannya kepada RM.Id, Senin (22/11).
 
Walikota Toyota Toshihiko, Ota menyampaikan apresiasi ata pendirian PKBM oleh komunitas Indonesia di Toyota City.
 
"PKBM dapat menjadi contoh bagi warga internasional yang bermukim di Jepang. Hal ini dimaksud agar mereka tidak melupakan akar mereka,” tambahnya.

Berita Terkait : Lai Shevon Jemie, Resmi Jadian Di Bali

Pembangunan PKBM ini adalah yang keempat di Jepang yang diresmikan oleh Dubes Heri setelah PKBM Darussalam di Nishio, Aichi, PKBM At Taqwa di Koga, Ibaraki dan PKBM Nagoya.

Dalam kesempatan sama, Dubes Heri melakukan dialog dengan WNI yang bermukim di Jepang. "Saya berpesan kepada teman-teman agar taat peraturan dan menjaga nama baik Indonesia,” pesan Dubes Heri kepada lebih dari 120 warga yang hadir di acara itu.

Berita Terkait : Kinerja Muamalat Diramal Kinclong

Turut hadir,  Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Meinarti Fauzie, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Yusli Wardiatno dan sejumlah pejabat KBRI Tokyo lainnya. [MFA]