Dark/Light Mode

Hari Guru Nasional, Ganjar Minta Bupati/Walkot Perjuangkan Gaji Guru Honorer

Kamis, 25 November 2021 16:53 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional di SLB Negeri Semarang, Kamis (25/11). (Foto: Humas Pemprov Jateng)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional di SLB Negeri Semarang, Kamis (25/11). (Foto: Humas Pemprov Jateng)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meminta Bupati/Wali Kota se-Jateng memberikan penghargaan pada guru khususnya mereka yang masih honorer.

Sebab, sampai saat ini, masih banyak guru di Jawa Tengah yang berada di bawah naungan Bupati/Wali Kota belum mendapatkan upah layak.

Hal itu disampaikan Ganjar usai memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional di SLB Negeri Semarang, Kamis (25/11). Dalam pidatonya, Ganjar membandingkan nasib guru dengan nasib buruh yang mendapat perlakuan berbeda.

Berita Terkait : Hari Guru, Wapres Janji Tingkatkan Kesejahteraan Guru

"Terus terang saya nggregel (sedih). Setiap tahun kita berdebat dan memperjuangkan gaji temen-temen buruh, tapi kita lupa pada ribuan guru di Tanah Air yang gajinya memprihatinkan," ujar Ganjar.

Untuk guru yang berada di bawah naungan Pemprov Jateng, lanjut Ganjar, semua sudah mendapat gaji setara UMK. Namun guru honorer SD-SMP yang berada di bawah naungan kabupaten/kota, banyak yang belum mendapatkan haknya secara layak.

"Maka saya mendorong para bupati dan walikota dan DPRD kabupaten/kota untuk lebih memperhatikan nasib guru honorer. Saya harap tahun depan semua sudah bisa dapat gaji setara UMK," tegasnya.

Berita Terkait : Hari Guru Nasional, DPR: Tuntaskan Rekruitmen Sejuta Guru Honorer

Menurut Ganjar, tidak ada yang sulit untuk menaikkan gaji para guru honorer di daerah setara UMK. Semua bisa dilakukan, asal ada kemauan yang kuat.

"Tolong mereka dibayar setara UMK. Jangan bilang tidak ada. Kalau tidak ada, ya gaji kita (bupati/wali kota) yang dikurangi, jangan mereka guru honorer yang ditunda," imbau Ganjar.

Sebab, UMK itu dinilai Ganjar sangat kecil untuk penghargaan pada guru. Apalagi, UMK itu hanya upah minimum. "Itu upah minimum lho, kasihan mereka. Padahal mereka sudah bekerja 5, 10, bahkan ada yang belasan tahun. Jadi tolong, saya mendorong semua memperjuangkan itu," pesan politisi PDIP itu.
 Selanjutnya