Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gelar Rakor, Kepala BNPB Banjir Di Kalteng Jangan Sampai Terulang

Sabtu, 20 November 2021 21:46 WIB
Kepala BNPB, Suharyanto menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Bencana Banjir di Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).
Kepala BNPB, Suharyanto menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Bencana Banjir di Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).

RM.id  Rakyat Merdeka - Selain meninjau banjir di Kalimantan Barat, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI, Suharyanto melanjutkan meninjau banjir di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Suharyanto beserta rombongan Tiba di Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya dengan menggunakan pesawat caravan pada Sabtu (20/11) pukul 15.00 WIB.
Di Palangkaraya, Suharyanto menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Bencana Banjir di wilayah Kalteng.

"Kehadiran kami disini merupakan salah satu bentuk kepedulian dari Pemerintah Pusat terhadap Pemerintah Daerah dalam rangka membantu menangani banjir yang terjadi di 'Bumi Tambun Bungai'," ujar Suharyanto.

Berita Terkait : Cek Banjir, Kepala BNPB Pastikan Kebutuhan Dasar Warga Sintang Tercukupi

Di samping itu, Kepala BNPB memastikan pemenuhan hak-hak para warga terdampak banjir harus dipenuhi. Dalam hal ini, keselamatan jiwa masyarakat harus diutamakan dan diprioritaskan.

"Saat ini yang utama adalah keselamatan jiwa yang menjadi hukum tertinggi. Setelah itu, hak-hak dasar sebagai manusia segera dipenuhi seperti makanan, selimut, matras dan tenda," tambah Suharyanto.

Mantan Pangdam V Brawijaya ini berharap kejadian banjir ini tidak berulang di tahun depan. Adapun hal itu dapat dicapai dengan program jangka panjang yakni memperbaiki dan memulihkan fungsi lingkungan yang hanya dapat dilakukan dengan sinergitas antar seluruh komponen, mulai dari pemerintah, masyarakat, akademisi, komunitas, dunia usaha hingga media massa.

Berita Terkait : Tinjau Banjir, Kepala BNPB Terbang Ke Kalbar Dan Kalteng

"Semoga banjir tidak berulang di 2022. Kalaupun terjadi dampaknya harus lebih kecil dari sebelumnya," kata Suharyanto.

"Bencana ini merupakan urusan bersama. Pemerintah provinsi harus melakukan sinergi dengan berbagai pihak di antaranya pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat," imbuhnya.

Dalam implementasinya, secara khusus Kepala BNPB mengatakan perlu adanya kajian dilakukan secara baik sehingga bisa dihasilkan policy brief yang harus ditindaklanjuti pemerintah daerah.

Berita Terkait : Seekor Gajah Sumatera Lahir Di Pusat Latihan Satwa Khusus Tangkahan

Kepala BNPB Suharyanto bersama rombongan akan melanjutkan peninjauan lokasi banjir di Kota Palangkaraya dan Kabupaten Pulau Pisau, pada Minggu (21/11). Turut hadir dalam rapat, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, unsur TNI-Polri, jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Kalimantan Tengah.[MFA]