Dark/Light Mode

Bilang NU Sedang Tidak Baik-baik Saja

Gus Ipul Panaskan Muktamar NU

Sabtu, 27 November 2021 07:20 WIB
Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf. (Foto: Istimewa)
Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Kini, lanjutnya, dengan terbitnya surat perintah, simpang siur waktu muktamar terjawab sudah. Surat perintah bisa jadi jadi dasar bagi PBNU lewat Panitia Pengarah dan Panitia Pelaksana untuk mempercepat pelaksanaan muktamar dari tanggal yang ditetapkan sebelumnya. "Semua pihak harus mematuhi keputusan Rais Aam, sebagai pemegang komando tertinggi PBNU," tegasnya.

Mendengar hal ini, pendukung Said Aqil, Muhammad Salim Al Jufri, langsung membantah. Salim bilang, pernyataan Gus Ipul provokatif.

Baca juga : Dilantik Jokowi Siang Ini, Andika Perkasa Sah Jadi Panglima TNI

"Kalau menggunakan asosiasi umum, makna tidak kondusif bisa berarti PBNU sedang kacau balau, situasi kantor sedang tidak mendukung untuk terjadinya aktivitas. Ini provokatif sekali lho," ucap Salim, dalam keterangannya kepada wartawan, kemarin.

Salim pun meminta pengurus PBNU lainnya tenang. Jangan sampai terseret pada provokasi-provokasi yang tidak semestinya. "Kita semua keluarga besar NU harus tetap memberikan dukungan untuk menciptakan suasana yang teduh. Jangan mudah terjebak pada propaganda negatif macam begini," imbaunya, sambil meledek Gus Ipul

Baca juga : Di Jombang, Relawan Dan Para Ulama Panjatkan Doa Untuk Ganjar Pranowo

Dia memastikan, situasi kantor PBNU adem ayem seperti biasa. Sejumlah kegiatan lembaga dan badan juga berjalan tanpa kendala. "Maaf-maaf ya, Gus Ipul itu Ketua PBNU yang hanya aktif pada saat ada momentum politik, muktamar atau pemilu. Beliau di grup WA saja tidak pernah nongol. Mana tahu kondisi PBNU dan perkembangan tentang SK-SK PWNU dan PCNU," sindirnya.

Ketua Panitia Muktamar ke-34 NU Imam Aziz ikut membantah pernyataan Gus Ipul. Imam menegaskan, belum ada keputusan Muktamar NU dimajukan ke 17 Desember 2021. Sebab, saat ini masih nunggu keputusan yang diambil berdasarkan kesepakatan antara Rais Aam, Khatib Aam, Ketua Umum, dan Sekjen.

Baca juga : Pak Firli, Bongkar!

"Panitia tetap menunggu keputusan dari PBNU. Artinya keputusan bersama Antara Rais Aam, Khatib Aam, Ketua Umum, dan Sekjen PBNU," ujar Imam. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.