Dewan Pers

Dark/Light Mode

Cegah Omicron, Wapres Minta Pintu Masuk Ke Indonesia Diperketat

Jumat, 3 Desember 2021 21:49 WIB
Wapres, Maruf Amin (foto:net)
Wapres, Maruf Amin (foto:net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres), Maruf Amin meminta seluruh aparat keamanan dan imigrasi memperketat jalur masuk di berbagai pintu masuk ke wilayah Indonesia, baik jalur udara, darat, maupun laut, untuk mencegah masuknya varian Omicron.

Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi mengatakan bahwa instruksi tersebut selalu disampaikan Wapres di setiap rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju.

Berita Terkait : Omicron Masuk Singapura, Jokowi Minta Kapolda Perketat Perbatasan

"Wapres selalu mengingatkan untuk menjaga dari setiap pintu masuk ke wilayah Indonesia, apakah itu pintu udara, pintu laut. Itu yang harus dijaga ketat, dan itu sudah disanggupi, baik oleh BIN maupun Polri dan imigrasi," kata Masduki di Istana Wapres Jakarta, Jumat (3/12).

Wapres juga memperingatkan seluruh jajarannya untuk berhati-hati dalam menerapkan pembatasan berkaitan dengan upaya Pemerintah untuk memulihkan perekonomian nasional akibat pandemi Covid-19.

Berita Terkait : PIDI 4.0, Showcase Digitalisasi Making Indonesia 4.0 Resmi Diluncurkan

"Hati-hatian dalam menginjak rem dan  ngegasnya. Kalau terlalu ngegas untuk kebangkitan ekonominya, lalu dalam menjaga protokol kesehatan, maka itu nanti kita bisa jebol seperti negara-negara lain," katanya dikutip Antara.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta mitigasi terhadap varian Omicron harus dilakukan sedini mungkin di berbagai daerah sehingga tidak mengganggu program pemulihan ekonomi nasional. Virus  Omicron telah terdeteksi di 29 negara. Apabila varian tersebut masuk ke Indonesia, penularannya bisa lima kali lebih cepat daripada varian Delta.

Berita Terkait : China Protes Pengeboran Minyak Dan Latihan Militer Indonesia Di Natuna

"Hati-hati karena efeknya bisa ke mana-mana; ke (sektor) ekonomi, seperti yang tadi saya sampaikan. Jadi, protokol kesehatan terus disampaikan kepada masyarakat karena pandemi ini berefek, dan sudah terjadi di beberapa negara, ke ekonomi, jatuh, bisa berimbas kepada politik, hati-hati!" kata Presiden. [MFA]