Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menkeu: Presidensi G20 Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 23 Desember 2021 15:28 WIB
Menkeu, Sri Mulyani Indrawati
Menkeu, Sri Mulyani Indrawati

RM.id  Rakyat Merdeka - Presidensi G20 mendorong penciptaan lapangan pekerjaan di Tanah Air. Terdapat lebih dari 157 pertemuan dalam rangkaian G20 di bawah presidensi Indonesia tahun 2022.

“Jumlah sekitar lebih dari Rp 7 triliun, jumlah kesempatan kerja yang tercipta,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dikutip dari laman Kemenkeu, Kamis (23/12).

Berita Terkait : Stafsus Presiden Ajak Anak Muda Ambil Peran Majukan Indonesia

Di sisi lain, Menkeu menjelaskan, hal lain yang lebih penting adalah Indonesia sebagai negara emerging dan negara terbesar di ASEAN dinilai sebagai negara yang memiliki perekonomian dan sistem politik yang stabil, sehingga mampu menjadi pemimpin dan membentuk kebijakan-kebijakan yang pengaruhnya luar biasa ke seluruh dunia. 

Misalnya, pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral membahas upaya setiap negara dalam mendesain kebijakan ekonominya untuk pulih kembali.

Berita Terkait : Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Untuk Percepatan Indonesia-EU CEPA

Menkeu mencontohkan, perekonomian Tiongkok saat ini sedang dalam posisi menurun sehingga harus melakukan restructuring atau redesigning dari strategi pembangunannya. Hal serupa dialami Amerika Serikat yang mengalami inflasi tinggi sehingga harus melakukan penyesuaian kebijakan.

“Ini pengaruhnya ke seluruh dunia luar biasa besar. Seperti, katakanlah kebijakan moneter maupun fiskalnya yang kemudian menimbulkan apa yang disebut efek spillover atau rambatan. Kalau ekonomi dunia tumbuh tinggi, berarti ekspor kita tumbuh tinggi,” ujar Menkeu.

Berita Terkait : Presiden: Gotong Royong Kunci Penanganan Pandemi di Tanah Air

Efek rambatan dari negara-negara berpengaruh tersebut memberikan dampak kepada Indonesia, salah satunya ke sisi penerimaan negara, seperti penerimaan pajak, bea cukai, hingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Penerimaan yang tumbuh itu karena komoditas naik, ekspor kuat. Itu karena perekonomian dunia sedang tumbuh, pulih. Jadi dampaknya ya kepada ekonomi Indonesia dalam bentuk ekonominya kita juga ikut meningkat atau tumbuh dari sisi kegiatan ekspor, harga komoditas meningkat, dan itu pengaruhnya kepada para pelaku ekonomi dan masyarakat,” tandas Menkeu. [MFA]