Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dokter Spesialis Anak: Tak Ada Hubungan Autisme Dengan Air Galon
Selasa, 28 Desember 2021 22:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dokter spesialis anak dan konsultan tumbuh kembang anak Bernie Endyarni Medise menegaskan, tidak pernah ada anak menjadi autis karena mengkonsumsi air galon guna ulang. Dia mengatakan, penyebab pasti anak autis belum diketahui hingga kini. Yang baru diketahui adalah, anak auitis berhubungan dengan genetik tertentu seperti adanya autism pada kelainan Fragile X syndrome.
“Ada yang mengatakan autis itu hasil kombinasi genetik dan lingkungan. Tapi penyebab pasti sampai saat ini belum jelas. Yang pasti, yang mengatakan autis itu karena ibunya waktu hamil terlalu banyak meminum air galon guna ulang itu jelas salah. Tidak ada hubungannya itu,” jelasnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (28/12).
Baca juga : Luhut: Tolong, Pemerintah Jangan Diadu Dengan Rakyat
Sebelumnya, pakar pendidikan anak autis Imaculata Sumayati mengatakan, salah satu yang paling layak diduga penyebab anak lahir autis adalah penggunaan kemasan plastik yang mengandung Bisphenol A (BPA) secara terus-menerus. Katanya, hampir di semua peralatan makan atau rumah tangga mengandung BPA.
"Kenapa anak anak bisa kena autisme? Lihat saja perilaku kita sehari-hari, hampir tak pernah lepas dari plastik yang mengandung BPA. Makan, minum, mainan semua menggunakan plastik yang mengandung BPA," kata Dr Imaculata.
Baca juga : Pertamina: Tak Ada Pemotongan Gaji, Benefit Pekerja Masih Normal
Dokter Bernie mengatakan, banyak teori yang menyampaikan penyebab-penyebab terjadinya anak autis. Namun, penyebab pastinya tetap masih belum diketahui hingga kini.
“Ada yang menghubung-hubungkan dengan logam berat. Tapi sudah sering disebut ada hubungannya dengan genetik,” pungkasnya. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya