Dewan Pers

Dark/Light Mode

Memperkuat Hubungan Amerika Dan Indonesia

Rabu, 8 Desember 2021 07:40 WIB
Ami Bera. (Foto: Facebook/Congressman Ami Bera)
Ami Bera. (Foto: Facebook/Congressman Ami Bera)

RM.id  Rakyat Merdeka - Oleh: Ami Bera, Anggota DPR AS, Ketua Subkomite Urusan Luar Negeri untuk Asia, Pasifik, Asia Tengah, dan Nonproliferasi di DPR AS, lulusan University of California, Irvine pada 1991). Sebagai Ketua Subkomite Urusan Luar Negeri untuk Asia, Pasifik, Asia Tengah, dan Nonproliferasi di House of Representatives atau Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat, saya mendapat kehormatan untuk memimpin delegasi Kongres anggota DPR Amerika Serikat ke Jakarta pada bulan November lalu. Itu merupakan kunjungan pertama kami sejak pandemi Covid-19 mulai merebak hampir dua tahun yang lalu.

Kunjungan kami dilakukan setelah pertemuan positif antara Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Republik Indonesia Joko “Jokowi” Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) COP26 di Glasgow, Inggris, yang merupakan pertemuan pertama secara tatap muka langsung sejak kedua pemimpin negara tersebut menduduki jabatannya. Meskipun banyak yang telah berubah sejak kunjungan terakhir anggota Kongres Amerika Serikat ke Indonesia, pengaruh kuat Indonesia di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) serta peran kepemimpinannya yang lebih luas di Indo-Pasifik tetap konsisten dan tidak berubah.

Berita Terkait : AS Sudah Sumbang 18,4 Juta Dosis Vaksin Ke Indonesia

Pertemuan tingkat tinggi kami dengan anggota kabinet dan parlemen Indonesia, menyoroti keunggulan Indonesia secara ekonomi dan strategis. Keunggulan tersebut akan ditampilkan lebih lanjut dengan kepresidenan Indonesia dalam G20 pada 2022. Mengingat kepentingan bersama kita dalam mendukung Kawasan Indo-Pasifik yang damai, sejahtera, dan stabil, Amerika Serikat dan Indonesia harus bekerja sama untuk memajukan banyak prioritas bersama kedua negara.

Yang pertama adalah perlunya kerja sama yang berkelanjutan untuk mengakhiri pandemi Covid-19 dengan memberikan vaksin kepada sebanyak mungkin orang. Amerika Serikat telah menyumbangkan 16,9 juta dosis vaksin untuk Indonesia tahun ini dan menyediakan pendanaan lebih dari 77 juta dolar AS guna mendukung Indonesia dalam upaya merespons Covid-19. Kita dapat bekerja sama lebih lanjut untuk meningkatkan kapasitas di sektor farmasi Indonesia —salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di Asia— untuk memproduksi vaksin dan juga obat-obatan.

Berita Terkait : Rusia-ASEAN Gelar Latihan Gabungan Angkatan Laut

Kedua, Amerika Serikat dan Indonesia perlu bermitra dalam membangun kembali dan mendiversifikasi rantai pasokan global. Krisis kesehatan global telah menyebabkan gangguan yang serius di banyak sektor dan membuktikan kerentanan apabila hanya mengandalkan beberapa negara tertentu. Saat dunia secara perlahan pulih dari pandemi, Amerika Serikat perlu bekerja sama dengan mitra-mitra terpercaya. Misalnya Indonesia, untuk mengamankan rantai pasokan kita dan mencegahnya dari upaya-upaya untuk dimanfaatkan.

Investasi-investasi semacam ini dalam hubungan ekonomi bilateral sangat relevan. Terutama ketika Indonesia telah melakukan upaya-upaya untuk menghapuskan hambatan birokrasi, yang menghambat penanaman modal asing.
 Selanjutnya