Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ngobrol Panjang Soal Riset Nasional Dengan Kepala BRIN
Seperti Saya, Peneliti Itu Nggak Main Politik
Kamis, 6 Januari 2022 13:39 WIB
Sebelumnya
Kenapa harus mahasiswa aktif? Kata Tri, mahasiswa aktif itu orientasinya mencari ilmu. Dan syukur-syukur dapat honor dari posisinya sebagai asisten periset.
Jangan sampai, asisten periset itu honorer dan bukan mahasiswa aktif. Sebab, tujuannya nanti bukan cari ilmu, tapi cari penghidupan.
Para mahasiswa aktif yang jadi asisten periset ini, 3-4 tahun kemudian akan bisa dapat gelar S3, dan eligible untuk menjadi pegawai negeri, sebagai periset tetap.
Apakah syarat peneliti BRIN harus S3? Iya dong.
“Itu kan kualifikasi standar global. Kalau merekrut di bawah itu, riset kita kapan majunya,” jawab Tri.
Bagaimana respon para periset di Eijkman dengan tawaran itu? Ada sebagian yang sudah berproses seleksi ASN sejak Oktober sampai Desember. Memang, tidak semua mau mendaftar.
“Saya juga tidak mau memaksa. Itu terserah ya,” kata dia.
Kalau tidak mau jadi pegawai negeri pun, diizinkan tetap bekerja melalui mekanisme PPPK, atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Bisa dikontrak 3-5 tahun.
Yang menolak itu alasannya apa ya? Kata Tri, ada yang bilang, khawatir mekanismenya menjadi birokratis.
Padahal, gaya kerja di BRIN hampir tak ada birokratisasi. Orang boleh kerja jam berapa saja. Sangat fleksibel. Fleksibel waktu, fleksibel tempat.
Baca juga : Mendag: Jaga Daya Beli Agar Ekonomi Bangkit!
“Kita berikan kebebasan kepada peneliti,” katanya.
Tapi, di luar itu, rupanya ada juga yang keberatan karena mereka tak akan bisa lagi mengelola proyek-proyek secara mandiri, yang sebetulnya tidak dibenarkan secara regulasi.
“Kalau dicek, itu mereka bisa kena tuntutan ganti rugi, atau bisa disuruh mengembalikan honornya. Jujur, saya kan kasihan. Makanya, ini saya belain mereka dengan tawaran skema itu,” katanya, sedih.
Kepala BRIN juga bicara tentang politisasi dan posisi Ketua Dewan Pengarah BRIN, yang saat ini dijabat Megawati.
Bagaimana peran dan jalur komunikasinya? Apakah ada arahan khusus yang sifatnya instruktif? Adakah aroma politik di bidang riset dan inovasi?
Baca juga : Dibilang Takjub Dengan Situasi Covid RI, Seperti Apa Penanganan Corona Di Malaysia?
Begini jawabannya Tri. Peneliti itu kebanyakan apolitik. Nggak main politik. “Seperti saya,” katanya sambil tertawa.
Dia mengaku tidak melihat keterkaitan, dan tidak pernah mengkaitkan riset dengan urusan siklus politik.
“Memang tidak ada perlunya juga,” tambah dia.
Tapi, riset adalah urusan paling penting di semua negara maju. Dan karena itulah, lembaga terkait riset biasanya dipimpin kepala pemerintahan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya