Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Angka kasus kematian juga naik. Kemarin, 25 pasien Corona dinyatakan meninggal dunia, 11 orangnya dari Jakarta.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mulai memberi alarm. Kata dia, lonjakan kasus kemarin sudah melampaui ledakan kasus di gelombang pertama. Meningkat 40 kali lipat dibanding awal Januari 2022.
Baca juga : Polisi Israel Ngaku Pakai Pegasus Mata-matai Warga
Lalu apakah Pemerintah akan menarik rem darurat? Wiku tidak menjawab secara eksplisit. Ia memberi gambaran bahwa peningkatan kasus saat ini tidak terjadi merata di seluruh Indonesia.
"Pada saat ini, ada 3 provinsi dengan kenaikan tertinggi yaitu DKI, Jawa Barat, Banten. Tentunya kebijakan PPKM termasuk PTM (Pembelajaran Tatap Muka) akan diperketat untuk daerah tersebut. Level PPKM yang ada sekarang harus dijalankan dengan disiplin oleh Pemda dan masyarakat," kata Wiku, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.
Baca juga : Corona Naik Lagi, PTM Lanjut Apa Stop
Ahli Epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan, kebijakan Pemerintah menjadikan capaian vaksinasi sebagai indikator baru penurunan level PPKM sudah tepat. Namun, ia juga berharap tetap menjadikan indikator epidemiologi sebagai dasar pertimbangannya.
Apakah, sudah saatnya pemerintah menarik rem darurat? "Saya kira, untuk Omicron ini, tidak perlu harus PPKM Darurat atau PPKM Level 4. Sementara ini, saya belum melihat urgensi itu," kata Dicky, kepada Rakyat Merdeka tadi malam. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya