Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kepala BIN Sebut IKN Perpaduan Harmonis, Modern Dan Tradisi

NKRI Makin Gagah

Jumat, 18 Februari 2022 08:51 WIB
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan. (Foto: Istimewa).
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), akan jadi buah bibir dunia dan membuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) semakin gagah. Sebab, IKN Nusantara akan menerapkan konsep smart city modern yang berbeda dengan kota-kota lain di Indonesia dan negara lain.

Menurut Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan, IKN Nusantara adalah representasi masyarakat Indonesia yang berkembang lebih modern dengan tujuan masa depan bersama, dan berpikir jauh ke depan, memanfaatkan teknologi yang efisien dan nyaman, serta meneruskan warisan budaya Indonesia yang sangat luhur.

Berita Terkait : Ketua DPR Sebut IKN Wajah Kemajuan Indonesia Di Masa Depan

Mantan Wakapolri yang akrab disapa BG ini melanjutkan, IKN Nusantara akan membuat wajah Indonesia berbeda dengan sebelumnya. BG juga yakin akan banyak hal positif yang diambil Indonesia dengan berpindahnya ibu kota negara.

“Konsep yang diusung akan berbeda. Letak geografis di IKN Nusantara memang perbukitan, tapi akan diubah menjadi lebih indah dan hijau berkelanjutan. Akan ada tol, akan ada pembangunan gedung-gedung yang mengusung smart city disertai taman-taman hijau untuk rekreasi, sekaligus penata air. Kita akan ubah menjadi kota modern,” ucap BG, kemarin.

Berita Terkait : Nestle Apresiasi Peran Pers Informasikan Makanan Sehat Dan Bergizi Ke Masyarakat

Bukan tanpa alasan, IKN baru di Penajam Paser Utara itu, memang banyak bukit-bukit. Saat ini, akses menuju ke lokasi tersebut dari Balikpapan harus ditempuh dengan 2,5 jam, namun nantinya maksimal hanya 1 jam. Untuk itu, pembangunan tol hingga transportasi umum yang memadai dengan konsep modern, akan dibangun untuk menunjang IKN Nusantara tanpa menghilangkan kearifan lokal.

“Di atas lahan seluas 256.000 hektare, IKN Nusantara akan dibangun dengan konsep modern, tapi juga tak menghilangkan esensi dari kota hutan (forest city). Pemerintah juga tidak akan menghilangkan kearifan lokal Kaltim,” ujarnya.

Berita Terkait : Deputi KSP: Pers Berperan Besar Membentuk Masa Depan Indonesia

BG memastikan, pembangunan IKN Nusantara tidak akan berdampak negatif pada ekosistem teluk Balikpapan dan dampak negatif lain karena akan dimitigasi dengan baik. BG juga memastikan, pembangunan IKN Nusantara tidak menghilangkan ‘harta karun’ alam dan budaya di Kaltim.
 Selanjutnya