Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Sebelumnya
Apakah sanksi ekonomi ini akan efektif?
Tidak akan efektif. Karena sanksi seperti ini baru akan terasa dampaknya oleh masyarakat Rusia setelah 6 bulan atau satu tahun ke depan.
Kenapa demikian?
Baca juga : Segera Dilantik, Jokowi: Kepala Otorita IKN Non Partai
Perlu dicatat, Rusia itu bukan Iran dan Korut (Korea Utara) yang punya banyak ketergantungan kepada negara lain. Iran dan Korut begitu kerepotan begitu disanksi ekonomi. Tapi Rusia negara besar yang akan dibantu oleh sekutunya. Selain itu, Rusia punya hubungan erat dengan China. Bahkan China melihat ada potensi keuntungan secara finansial dalam keputusanRusia ini.
Apakah tidak ada cara lain?
Satu-satunya upaya terbuka untuk penyelesaian damai adalah melalui Majelis Umum PBB. Dalam Majelis Umum PBB, semua tidak ada hak veto dan semua negara anggota memiliki satu suara yang sama. Selain itu, dalam Majelis Ulama PBB semua negara anggota bisa berperan.
Baca juga : Imbauan Masker Dan Vaksin Ke Warga Mesti Diulang-ulang
Apakah cara ini bisa berhasil?
Dalam sejarahnya, Majelis Umum PBB pernah melaksanakan tugas menjaga perdamaian. Pada tahun 1950, saat pecah perang di Semenanjung Korea, Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi yang disebut sebagai Uniting For Peace.
Apa itu?
Baca juga : Ketegangan Rusia-Ukraina Mereda, Rupiah Menguat Lagi
Resolusi tersebut intinya meminta negara-negara yang bertikai untuk segera melakukan gencatan senjata. Bila seruan ini tidak digubris, maka Majelis Umum PBB dapat memberi mandat kepada negara-negara untuk mengerahkan pasukan terhadap negara yang tidak mematuhi gencatan senjata.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya