Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ketegangan Rusia-Ukraina Mereda, Rupiah Menguat Lagi

Rabu, 16 Februari 2022 09:59 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka menguat 0,14 persen ke level Rp 14.280 per dolar AS dibanding perdagangan kemarin di level Rp 14.299 per dolar AS.

Mayoritas mata uang di Asia juga bergerak menguat terhadap dolar AS. Dolar Singapura menguat 0,07 persen, won Korea Selatan melonjak 0,23 persen, peso Filipina yang naik 0,13 persen, rupee India menguat 0,35 persen, yuan China naik 0,01 persen, dan ringgit Malaysia naik 0,01 persen.

Berita Terkait : Garuda Muda Siap Bekuk Hong Kong

Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya  menguat 0,02 persen di level 96,00. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah cukup dalam 1,06 persen ke level Rp 16.174, terhadap poundsterling Inggris juga turun 1.21 persen ke level Rp 19.313, dan terhadap dolar Australia minus 1,23 persen ke level Rp 10.202.

Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar rupiah akan menguat hari ini setelah pemerintah Rusia mengumumkan, akan menarik sebagian pasukan militernya dari perbatasan dengan Ukraina.

Berita Terkait : Kena Imbas Ketegangan Rusia-Ukraina, Rupiah Loyo

Pengumuman tersebut, kata Ariston, setidaknya menurunkan ketegangan antara Rusia dengan NATO. Meski NATO sendiri masih wasp ada menunggu sikap lanjutan Rusia untuk tidak menyerang Ukraina. “Hal memberikan sentimen positif bagi mata uang Garuda,” katanya di Jakarta, Rabu (16/2).

Dari dalam negeri, potensi pemulihan ekonomi di tengah pandemi dengan data penjualan ritel yang membaik, diproyeksikan akan mendukung penguatan rupiah. “Meski begitu, pasar masih akan mewaspadai perkembangan pandemi di Tanah Air yang sudah melewati puncak pandemi gelombang kedua pada tahun lalu,” ungkapnya.

Berita Terkait : Tim Garuda Muda Sudah Tak Sabar

Ariston memproyeksi penguatan rupiah akan bergerak dengan antara Rp 14.250 hingga Rp 14.320 per dolar AS. [DWI]