Dark/Light Mode

Pondok Tremas Pacitan Siap Jadi Benteng Pancasila

Rabu, 2 Maret 2022 20:42 WIB
Dialog Salam Kebangsaan yang dilaksanakan BPIP, di Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan, Jawa Timur, Senin (28/2). (Foto: Dok. BPIP)
Dialog Salam Kebangsaan yang dilaksanakan BPIP, di Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan, Jawa Timur, Senin (28/2). (Foto: Dok. BPIP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan, Jawa Timur, siap jadi benteng Pancasila. Demikian ditegaskan Ketua Majelis Ma'arif Pondok Termas KH Luqman Harist Dimyati saat sambutan "Dialog Salam Kebangsaan" yang dilaksanakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), di Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan, Jawa Timur, Senin (28/2).

Salah satu pendiri Program Ayo Mondok itu menjelaskan, Pancasila dilahirkan atas campur tangan para alim ulama dan kiai. Makanya, pihaknya berkewajiban menjaganya. "Pondok Tremas berkomitmen dan siap menjadi benteng Pancasila," tegasnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Rabu (2/3).

Dia melanjutkan, di 1983, para ulama dan kiai membuat tim untuk pengkajian Pancasila. Para alumni Pondok Tremas ikut menjadi tim tersebut. Dari hasil kajian itu didapat, Pancasila adalah penjelmaan sublimasi ajaran Islam.

Baca juga : Pondok Tremas Siap Menjadi Benteng Pancasila

Pihaknya juga merasa bangga karena salah satu alumni dari Pondok Tremas menjadi Kepala BPIP. Ia berkomitmen, para santri dan kiai Pondok Tremas akan selalu menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah era globalisasi dan ancaman ideologi lain.

Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi, yang didampingi Plt Sestama Karjono dan Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Kerjasama dan Jaringan Prakoso, mengapresiasi sikap Pondok Pesantren Tremas, yang dari tahun ke tahun tetap konsisten selalu mengawal dan menjaga kelestarian Pancasila. "Saya berterima kasih dan merasa bangga kepada Pondok Tremas yang telah komitmen menjaga Pancasila," ujar Ketua Ikatan Alumni Pondok Tremas ini.

Presiden Asosiasi Universitas Islam Se-Asia itu juga menjelaskan, Salam Pancasila bukan untuk mengganti salam keagamaan. Melainkan sebuah salam kebangsaan untuk menghormati semua warga negara Indonesia dari berbagai latar belakang agama.

Baca juga : 501 Pengungsi Gempa Pasaman Barat Mulai Diserang Penyakit

"Tujuan utama Salam Pancasila adalah salam kebangsaan untuk menghormati semua warga negara Indonesia dari berbagai latar belakang agama, budaya, dan apa pun sesuai dengan spirit Bhinneka Tunggal Ika," paparnya.

Menurutnya, menyapa dan mengucapkan salam kepada orang lain adalah perilaku terpuji yang dianjurkan semua agama. Di,tengah keberagaman tradisi salam di berbagai agama dan budaya Indonesia, penting untuk memiliki tradisi salam yang melintasi batas-batas kultural demi memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kita memiliki sumpah pemuda, salah satunya bahasa Indonesia sebagai lingua franca atau bahasa antara atau bahasa persatuan. Maka sekarang kita juga wajib memiliki Salam Pancasila sebagai salam perantara atau saluti franca, yang dapat dipraktikkan oleh semua warga negara Indonesia," jelasnya. [WUR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.