Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Sebelumnya
Menurut @virgoagustust, dunia ini memang harus belajar hidup new normal. Mau tidak mau, semua orang harus siap hidup berdampingan dengan virus Corona. Tentu saja, dengan tetap menjalankan prokes dan jaga kesehatan.
“Tidak masalah dengan aturan bebas karantina di suatu daerah. Yang penting tingkat vaksinasi dosis lengkap sudah tinggi. Buat yang baru satu dosis atau belum vaksin harus siap dengan risiko,” kata @madelyn_pw.
Menurut @Lambe_Domble, memang harus ada keberanian untuk mendobrak pakem yang hanya dikeluarkan WHO. Soalnya, sudah banyak negara di Eropa yang sudah tidak perduli lagi dengan pembatasan Covid-19. “Mereka ingin hidup normal seperti dulu,” kata dia.
Baca juga : Hadapi Bonus Demografi, Menpora Dorong AMPI Kreatif Dan Berdaya Saing
Akun @Kangmaido optimis tahun ini bisa Lebaran di kampung halaman dan mudik bebas tanpa sekat menyekat.
Akun @nia_hnie juga berharap Ramadan bisa tarawih tanpa dihalang-halangi pembatasan aktivitas masyarakat.
“Semoga Lebaran bisa pulang ke kampung halaman tanpa syarat macam-macam yang menyusahkan,” tambah @nia_hnie.
Baca juga : Hong Kong Mirip Kota Mati
Namun, @universe_sign21 tidak setuju dengan aturan bebas karantina di Pulau Bali. Aturan bebas karantina baru bisa dilakukan di Indonesia bila program vaksinasi lengkap sudah mencakup 80 persen populasi penduduk, dan 80 persen populasi lansia.
“Di Islandia sudah bebas karantina karena 80 persen penduduk sudah vaksin lengkap,” kata @universe_sign21. “Vaksin lengkap bagi lansia di Indonesia baru 55 persen, sisanya nggak ada perlindungan dari vaksin,” timpal @hyunniekim_206.
Senada, @Venorisalee juga tidak setuju dengan aturan bebas karantina di Bali. Dia khawatir masa inkubasi virus Corona baru terbaca setelah hari ke 3 tes PCR. Padahal, travelers sudah keliling Bali dan menyebarkan virus ke yang lainnya.
Baca juga : PLN Gercep Amankan Kelistrikan Di Daerah Terdampak Banjir Banten
“Memang itu risikonya. Seperti Singapura kalau ada kasus yang seperti itu langsung saja isolasi. Memang pandemi pasti semua akan tertularkan secara otomatis,” jawab @biekusuma. “Yang penting angka meninggal rendah,” timpal @Massebasteven. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya