Dark/Light Mode

SAPMA PP Puji Haji Isam Bangun Pabrik Atasi Migor Langka

Selasa, 8 Maret 2022 09:15 WIB
Sekjen SAPMA PP, Willy Danandityo. (Foto: ist)
Sekjen SAPMA PP, Willy Danandityo. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengurus Pusat Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) mengapresiasi Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam selaku pemilik PT Jhonlin Group yang tengah membangun pabrik minyak goreng (migor) berkapasitas 160 ton per hari untuk mengantisipasi kelangkaan migor.

Pembangunan pabrik tersebut dilakukan unit usaha PT Jhonlin Agro Raya (JAR)di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Baca juga : Bamsoet Ajak PP Jatim Dukung IKN dan Bangun Narasi Kebangsaan

Sekjen SAPMA PP, Willy Danandityo mengatakan, apresiasi itu layak diberikan kepada Haji Isam karena pembangunan pabrik migor di Kalimantan Selatan itu dinilai sebagai upaya konkret dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng yang memberatkan masyarakat Indonesia belakangan ini.

"Pengurus Pusat SAPMA PP turut berbangga kepada Haji Isam selaku putra bangsa atas upaya inisiatif membangun pabrik minyak goreng dalam menjawab keresahan masyarakat atas langkanya minyak goreng yang membuat harga naik di tanah air belakangan ini dan menuai keprihatinan nasional. Pengurus Pusat SAPMA PP mengapresiasi setinggi-tingginya terobosan Haji Isam tersebut," ujarnya Selasa (8/3).

Baca juga : Perusahaan Haji Isam Bikin Pabrik Minyak Goreng Di Kalsel

Direktur PT JAR, Zafrinal mengatakan, pabrik migor milik anak perusahaan Jhonlin Group, di Sungai Dua, Batulicin tersebut bakal memproduksi minyak goreng premium kemasan 1 liter dan 2 liter dengan harga terjangkau masyarakat luas. Pembangunan pabrik yang dikerjakan PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi dimulai 29 Juli 2021 dan ditargetkan rampung 29 Juli 2022.

Pabrik migor tersebut merupakan fraksinasi dari pabrik refinery yang nantinya bakal mengolah 250 ton bahan baku per hari dan mampu menghasilkan 160 ton minyak goreng per hari dengan menyedot tenaga kerja hingga 250 orang warga sekitar. Serta nantinya saat beroperasi, pabrik yang bersistem operasi digital itu bakal menyerap 60 tenaga operasional.

Baca juga : PP Ormas Pertama Bangun Kantor Pusat Organisasi Di IKN Nusantara

Kedepannya, kata dia, melalui beroperasinya pabrik minyak goreng ini tentu akan menciptakan lapangan kerja baru yang rencananya akan menyerap 80 persen tenaga kerja lokal. Selain menciptakan lapangan kerja baru, pembangunan pabrik minyak goreng tersebut juga menjadi salah satu wujud kepedulian perusahaan terhadap kelangkaan minyak goreng yang terjadi saat ini. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.