Dewan Pers

Dark/Light Mode

Air Yang Dibawa Ke IKN Ternyata Dari Jawa Timur

Ganjar Diledekin

Kamis, 17 Maret 2022 06:28 WIB
Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat acara prosesi penyatuan tanah dan air dari 34 provinsi di Kendi Nusantara, di Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden).
Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat acara prosesi penyatuan tanah dan air dari 34 provinsi di Kendi Nusantara, di Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden).

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo lagi jadi bahan ledekan warganet. Gara-garanya, saat acara prosesi penyatuan tanah dan air dari 34 provinsi di “Kendi Nusantara”, di Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, politisi PDIP itu, diketahui tidak bawa air dari Jateng, tapi dari Jawa Timur (Jatim). Namun, diledek seperti itu, Ganjar santai saja.

Acara Kendi Nusantara digelar di Titik Nol IKN Nusantara, Senin (14/3) lalu. Acara yang dipimpin Presiden Jokowi itu, menyatukan tanah dan air yang dibawa 34 gubernur dari daerahnya masing-masing. Kebanyakan para gubernur itu, mengambil tanah dan air dari tempat-tempat yang dikeramatkan yang ada di daerahnya.

Berita Terkait : Bupati Kuansing Didakwa Terima Suap Rp 1,5 M Dari GM Adimulia Agrolestari

Melalui akun Twitter pribadinya, @ ganjarpranowo, Ganjar menyatakan, asal usul tanah dan air yang dibawanya pada acara Kendi Nusantara. Menurut dia, tanah yang dibawa berasal dari Gunung Tidar, Magelang.

Dia juga menyebut, tanah dari Gunung Tidar itu, memiliki arti untuk menjaga keseimbangan. Mengingat di Gunung Tidar, Magelang, itu, sebuah rajah ditancapkan. “Beliau adalah Syech Subakir. Rajah, makam dan senjata beliau dimakamkan di sana dan bisa kita temui hingga kini,” ucap Ganjar.

Berita Terkait : Toyota Pamer Jajaran Mobil Terbarunya Di Jakarta Auto Week

Sementara untuk airnya, lanjut dia, diambil dari dua sendang yang ada di Gunung Lawu. Di lereng gunung itu, terdapat lokasi pertapaan yang banyak dimanfaatkan oleh para tokoh dari dulu hingga sekarang.

“Namanya pertapaan Bancolono. Di dekat pertapaan itu, ada dua sendang yaitu Sendang Lanang dan Sendang Wedok. Konon, raja-raja di Tanah Jawa juga melakukan hal seperti itu,” jelas gubernur yang sedang menjabat di periode kedua itu.

Berita Terkait : Golkar Pede Menang!

Dua tempat itu, diyakini menyimpan energi positif yang sangat besar. “Besarnya energi dan manfaat yang dihasilkan, saya kirim untuk disatukan di IKN Nusantara. Insya Allah, tanah dan air itu menjadi satu dari sekian penguat yang ditanam di sana (IKN),” beber dia.

Selidik punya selidik, ternyata lokasi pengambilan air yang dibawa Ganjar bukan dari Jateng. Sendang atau sumur kuno yang disebut Ganjar itu, ternyata berada di wilayah Magetan, Jatim. Daerah tersebut Lebih dikenal dengan sebutan Gunung Tidar dan Sendang Bancolono.
 Selanjutnya