Dark/Light Mode

Air Yang Dibawa Ke IKN Ternyata Dari Jawa Timur

Ganjar Diledekin

Kamis, 17 Maret 2022 06:28 WIB
Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat acara prosesi penyatuan tanah dan air dari 34 provinsi di Kendi Nusantara, di Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden).
Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat acara prosesi penyatuan tanah dan air dari 34 provinsi di Kendi Nusantara, di Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden).

 Sebelumnya 
Satu sendang berupa mata air yang mengalir berbentuk pancuran, sedangkan satu sendang yang lainnya berbentuk bak dengan diameter sekitar satu meter dengan kedalaman antara 70-80 sentimeter.

“Dua sendang itu masuknya Jatim, kalau Pundhen Eyang Bancalono masuknya Tawangmangu, Karanganyar. Itu terpisah sungai,” kata penjaga Sendhang Bancolono, Hariyanto.

Warganet ramai meledek Ganjar. “Wah Pak Ganjar salah bawa air, haha,” cuit @Abust4n. “Nggak salah bawa tanah kok, Mas. Tanahnya diambil dari gunung Tidar Magelang,” jawab @GieSambara. Airnya yang salah ya?” imbuh @horsd_ouvre, penasaran. “Airnya yang salah,” jawab @twit_logis, menyudahi perdebatan.

Baca juga : Bupati Kuansing Didakwa Terima Suap Rp 1,5 M Dari GM Adimulia Agrolestari

Akun @RudiAngah meminta agar ritual air dan tanah di IKN Nusantara diulangi. “Haha, ulang lagi tuh,” ungkap dia. “Pantesan kemaren pas dikumpulkan nggak keluar naganya hufftt,” timpal @blueethief. “Lah ngapain jauh-jauh, Pak. Air minum kemasan dari Jateng kan banyak. Repot jauh-jauh mana beda provinsi lagi,” pekik @FanzThe1. “Ohh layak. Kopipah rono ra gowo, wes digawakke Ganjar,” seloroh @ YayangSinyo. “Hahaha,” ngakak @ EkaSumarwan2.

Sementara @beavis_30 menyeret-nyeret kejadian ini dengan dinamika politik yang ada saat ini. “Yang salah bawa air nggak dikritik sama PDIP, dan malah Pak Anies yang udah benar dikritik hihihi,” cetusnya. “Lihat di maps,” pinta @marlin_rizki, kesal persoalan air dan tanah diseret-seret ke politik.

Bagaimana tanggapan Ganjar? Ganjar mengaku, tidak tahu bahwa Sendang Bancolono itu masuk di wilayah Jawa Timur. Dia mengira mata air itu masih masuk wilayah Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Baca juga : Toyota Pamer Jajaran Mobil Terbarunya Di Jakarta Auto Week

“Setahu saya, itu Tawangmangu mas. Aku laire neng kono (saya lahir di sana),” kata Ganjar, saat ditemui usai peresmian operasional Bank Jateng Cabang Mungkid di Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Rabu (16/3).

Dia juga mengaku tidak masalah jika mata air yang diambil itu, memang benar berada di Jawa Timur. Alasannya, semua masih berada di wilayah NKRI. “Jawa Timur ya ra papa ta (ya nggak apa-apa), emang nggak boleh. Wong NKRI, ijik milih-milih ngono,” kata Ganjar.

Saat ditanya alasan mengambil air dari lokasi tersebut, Ganjar menyebut pemilihan lokasi itu dilakukan setelah bertanya kepada sejumlah orang tua dan sesepuh. “Ya, aku tanya sama orang tua, sesepuh-sesepuh itu, katanya tanahnya dari Tidar. Airnya dari sekitar Gunung Lawu, gitu kan. Terus kemudian, ya kita ambil tempatnya di mana ngono (gitu),” tukas Ganjar. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.