Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Keterisian tempat tidur (BOR) untuk Covid-19 secara nasional, dilaporkan terus mengalami penurunan dari hari ke hari.
Hari ini, angka BOR turun hingga berada di level 17 persen. Seluruh provinsi di Indonesia tidak ada yang mengalami kenaikan.
Indikator lain dari penanganan Covid-19 yang menunjukkan perbaikan adalah kasus konfirmasi yang hari ini kembali turun menjadi 13.018, setelah sempat naik ke angka 14.408 pada Selasa (15/3).
Baca juga : Aturan Dilonggarkan, Trafik Penumpang Di Bandara AP I Meningkat 20 Persen
Angka kasus aktif juga terus bergerak turun ke level 279.969 pada hari ini, dibanding kemarin yang sempat berada di level 299.443.
“Penanganan Covid-19 di Indonesia masih menunjukkan perbaikan-perbaikan yang cukup berarti. Saat ini, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit sudah cukup rendah, di bawah 20 persen selama dua hari ini. Kita berharap, bisa menekannya hingga di bawah 5 persen,” kata dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid., Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Semua indikator penanganan Covid-19 menjadi acuan pemerintah untuk menentukan status pandemi secara nasional. Apabila sudah berada pada level tertentu selama periode enam bulan, maka aktivitas kegiatan masyarakat bisa dilonggarkan secara aman.
Baca juga : KBRI Tokyo Terus Berkomunikasi Dengan WNI Pasca Gempa
“Harapannya, saat ini masyarakat bersabar untuk sama-sama menunggu indikator-indikator penanganan Covid-19 terkendali dengan lebih baik, dan lebih konsisten lagi. Kuncinya adalah menjalankan protokol kesehatan dan vaksinasi lengkap, serta memenuhi vaksinasi booster,” ujar dr. Nadia.
Selain mengejar penurunan indikator penanganan Covid-19 lainnya, program vaksinasi menjadi kunci sukses untuk menangani pandemi.
Vaksinasi lengkap dua dosis harus dikejar secepatnya untuk mencapai kekebalan kelompok kepada lebih dari 70 persen total populasi Indonesia. Saat ini, cakupan vaksinasi dosis 1 telah diberikan kepada 193.946.442 (93,12 persen) penduduk.
Baca juga : Perkuat Tren Transaksi Margin, Ajaib Beri Biaya Broker Dan Bunga 0 Persen
Sedangkan cakupan vaksinasi dosis 2 152.503.600 (73,23 persen) penduduk. Sementara itu vaksinasi dosis 3 sudah mencakup 15.308.073 (7,35 persen) penduduk.
"Cakupan vaksinasi yang luas dan dalam waktu yang cepat sangat penting untuk melindungi golongan rentan seperti lansia, dan yang memiliki komorbid. Saya imbau seluruh masyarakat, agar segera melengkapi vaksinasi primer dua dosis dan ditambah dengan booster, apabila sudah tiba waktunya,” tutup dr. Nadia. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya