Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kapolri Minta HIPMI Terus Kawal Seluruh Kebijakan Pertumbuhan Ekonomi Di Tengah Pandemi Covid-19

Jumat, 18 Maret 2022 18:46 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menjadi pemateri dalam Forum Bisnis Sidang Pleno HIPMI dengan tema Kolaborasi Pengusaha Muda dalam Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca-Pandemi, di Hotel Trans Resort Bali, Jumat (18/3). (Foto: Divhumas Polri)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menjadi pemateri dalam Forum Bisnis Sidang Pleno HIPMI dengan tema Kolaborasi Pengusaha Muda dalam Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca-Pandemi, di Hotel Trans Resort Bali, Jumat (18/3). (Foto: Divhumas Polri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh pengurus dan anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk mengawal dan mendukung seluruh kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkait pertumbuhan perekonomian Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Sigit saat menjadi salah satu pemateri dalam acara Forum Bisnis Sidang Pleno HIPMI dengan tema 'Kolaborasi Pengusaha Muda dalam Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca-Pandemi', di Hotel Trans Resort Bali, Jumat (18/3).

"Menjadi tantangan kita untuk sama-sama mencapai target pertumbuhan ekonomi kita di tahun 2022. Memang betul-betul harus kita jaga, agar terus bisa tumbuh di atas angka lima persen. Karena menjadi syarat kita, bisa terlepas dari yang biasa disebut Middle Income Trap," ujar Sigit, mengawali materinya.

Dia pun kembali mengingatkan pernyataan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Rakernas HIPMI tahun 2021 lalu. Saat itu, Presiden Jokowi menyatakan, kader HIPMI pasti bisa membalik sebuah tantangan menjadi sebuah peluang. Yakni, membalikkan bencana pandemi Covid-19 menjadi sebuah kebangkitan ekonomi Tanah Air. 

Berita Terkait : Notaris Ujung Tombak Pemulihan Ekonomi, Perlu Pengawasan Sesuai UU

"Jadi ini sengaja saya mengingatkan kepada rekan-rekan. Saat ini, pemerintah sedang melakukan berbagai macam program pemulihan ekonomi nasional. Tentunya peran HIPMI di dalamnya melakukan berbagai hal untuk dukung program-program tersebut," bebernya.

HIPMI berperan mulai dari sosialisasi, hingga mengembangkan upaya usaha-usaha dengan UMKM dan e-commerce. "Kemudian penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan juga kegiatan FGD dan talkshow yang tentunya ini kita harapkan lahirkan pengusaha baru," imbuhnya.

Diingatkan Sigit, yang menjadi tantangan Indonesia saat ini, adalah bisa lepas dari middle income trap. Tapi adanya pandemi Covid-19, membuat tantangan itu kian berat.

Karena itu, diperlukan kerja sama dan sinergitas seluruh stakeholder dalam mengawal program pertumbuhan ekonomi nasional. "Yang harus tentunya kita lakukan adalah konsolidasi yang kuat untuk bisa menjaga," tutur eks Kabareskrim Polri ini.

Berita Terkait : Holding UMi Bentuk BRIGADE MADANI Dorong Pemberdayaan Dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Sigit menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal keempat sebesar 5,02. Ia pun berharap, di kuartal pertama tahun ini, pertumbuhan ekonomi bisa berada di angka 5,3 hingga 5,5.

Nah, kata mantan Kapolda Banten ini, untuk mencapai target pertumbuhan perekonomian, harus diiringi dengan pengendalian pandemi Covid-19 yang optimal.

Berdasarkan data Indeks Nikkei akhir tahun lalu, Indonesia menempati urutan pertama dalam hal pengendalian pandemi Covid-19. Kemudian, dari CDC Amerika Serikat, Indonesia berada di kategori level I.

Sementara soal vaksinasi, Indonesia saat ini menempati peringkat lima di dunia sebagai negara terbanyak yang menyuntikkan dosis vaksin, dengan jumlah 360,8 juta.

Berita Terkait : NKRI Makin Kuat Di Dunia, Itu Dambaan Kita Semua

"Tentunya butuh kerja keras seluruh stakeholder, termasuk di dalamnya rekan-rekan HIPMI. Dan ini semuanya penting untuk mendukung agar di tengah pandemi Covid-19, ekonomi bisa bertumbuh. Karena kuncinya memang negara mana yang bisa mengendalikan laju Covid-19, maka dialah yang menjadi pemenang dan itu yang sekarang terus kita laksanakan," tegasnya.
 Selanjutnya