Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
74 Persen Penduduk Pernah Positif Covid-19
Antibodi Sudah Tinggi Bukan Berarti Terbebas Infeksi...
Senin, 21 Maret 2022 06:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ternyata, 74 persen antibodi masyarakat Indonesia sudah tinggi. Mereka memiliki antibodi alami karena pernah terinfeksi Covid-19.
Menurut Epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riyono, hasil survei sero yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebanyak 73,9 persen responden kebal terhadap SARS-CoV-2. Padahal, mereka belum terdiagnosis positif Covid-19 dan menerima vaksin.
“Ternyata mereka yang tidak terdeteksi (positif Covid-19), 74 persen sudah mempunyai imunitas. Artinya, 74 persen penduduk kita pernah terinfeksi,” ungkapnya.
Baca juga : Sebelum Lebaran, Pengungsi Erupsi Semeru Ditargetkan Sudah Tinggal Di Hunian Tetap
Data ini, kata Pandu, tidak menunjukkan sistem deteksi Covid-19 Indonesia lemah. Dia menyampaikan tingkat tes Indonesia sudah cukup tinggi. Data ini menunjukkan banyak penduduk Indonesia yang tidak bergejala saat positif Covid-19.
“Mereka tidak menjalani tes karena tidak merasa terpapar Covid-19. Alhasil, kasus-kasus semacam ini tak tercatat dalam sistem,” jelasnya.
Pandu menyarankan Pemerintah melakukan survei sero secara berkala. Dengan begitu, kata dia, Pemerintah mempunyai basis data dan bisa mendeteksi tingkat kekebalan masyarakat.
Baca juga : Erick Thohir Positif Covid-19, Tapi Kerja Jalan Terus
“Apa yang kita rencanakan secara sistematik, ketika pemulihan, normalisasi kehidupan, meneruskan upaya vaksinasi, mengedukasi penduduk tentang protokol kesehatan (prokes),” ujarnya.
Untuk diketahui, sero survei adalah penelitian kekebalan masyarakat terhadap virus penyebab Covid-19. Penelitian dengan mengecek antibodi yang berada di dalam darah.
Survei ini dilakukan dengan melibatkan sampel di 100 kabupaten/kota. Kemenkes dan FKM UI mengambil 20 orang sampel utama dan 60 sampel cadangan di setiap desa/kelurahan.
Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Februari 2022, jumlah penduduk Indonesia sebanyak 273.879.750 orang. Jika survei itu direfleksikan ke angka populasi, maka jumlah positif Corona, total sejauh ini adalah 202.671.015 kasus.
Namun demikian, berdasarkan data Satgas Covid-19 per Kamis (17/3), jumlah total kasus terkonfirmasi Covid-19 mencapai 5.939.082 orang, atau 2,17 persen dari populasi.
Epidemiolog FKM UI, Iwan Ariawan menambahkan, mayoritas penduduk Indonesia yang sudah memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2 bisa terinfeksi Covid-19.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya