Dark/Light Mode

Menyusul PDIP, Gerindra Nyatakan Penolakan

Bye...Bye...Amandemen

Rabu, 23 Maret 2022 06:57 WIB
Ilustrasi Amandemen UUD. (Foto: Istimewa).
Ilustrasi Amandemen UUD. (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
Seperti diketahui, di era kepemimpinan Bambang Soesatyo, MPR kembali mencoba untuk melakukan amandemen konstitusi. Agar tidak gagal seperti tahun-tahun sebelumnya, amandemen kali ini dilakukan secara terbatas. Perubahan konstitusi hanya untuk memasukkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN). Sifatnya yang terbatas itu, semua fraksi di MPR menyatakan persetujuan. Termasuk dukungan dari Presiden Jokowi.

Namun belakangan ini, sejumlah parpol yang awalnya setuju untuk amandemen, tiba-tiba balik badan. Perubahan ini didasari oleh munculnya wacana penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden. Dikhawatirkan, amandemen yang awalnya bersifat terbatas, tiba-tiba melebar dengan perubahan masa jabatan presiden.

Baca juga : Kemenag Segera Lakukan Penguatan Peran Masjid

Peneliti Indikator Politik Indonesia (IPI), Bawono Kumoro berharap sikap PDIP cs ini benar-benar konsisten. Bukan tiba-tiba berubah lagi saat di tengah jalan. Sebab, kalau PDIP dan Gerindra ditambah sejumlah parpol sudah menolak, maka wacana amandemen bakal tutup buku.

“Partai-partai itu berusaha menutup celah, agar wacana kontroversial itu (penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden) tidak dapat ruang sama sekali untuk terealisasi melalui amandemen,” kata Bawono, kepada Rakyat Merdeka tadi malam.

Baca juga : Harga Minyak Dunia Melonjak, Pertamina Pastikan Pasokan Energi Tetap Aman

Selain parpol, ia berharap komponen bangsa lain juga tidak menurunkan tensi tekanan terhadap elit politik yang masih ngebet menunda Pemilu. Menurutnya, wacana penundaan Pemilu maupun penambahan masa jabatan presiden tidak bisa dipandang remeh.

“Hal ini penting untuk menjaga agar partai-partai politik kontra wacana penundaan pemilu 2024 kelak tidak masuk angin,” sambungnya.

Baca juga : Pertamina Pastikan Pasokan BBM Dan LPG Aman

Dengan PDIP sebagai lokomotif, Bawono yakin, bye bye amandemen benar-benar terjadi. Partai yang saat ini masih bersikap mendukung atau pun abu-abu seperti Golkar, juga akan gabung dengan PDIP cs. “Partai Golkar boleh jadi akan berubah. Kalau dilihat dari kecenderungan setelah jumpa Partai NasDem dua pekan lalu,” pungkasnya. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.