Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jangan Jumawa

Penularan Virus Corona Saat Mudik Tetap Ada

Selasa, 29 Maret 2022 07:40 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro. (Foto: Satgas Covid-19)
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro. (Foto: Satgas Covid-19)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Kementerian Dalam Negeri dan Tim Pandemi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI telah melakukan survei serologi antibodi penduduk Indonesia terhadap virus SARS-CoV-2.

Hasilnya menunjukkan, 86,6 persen populasi Indonesia memiliki antibodi terhadap Covid-19. Sekalipun begitu, masyarakat diminta tetap waspada. Sebab, potensi penularan virus Corona masih tetap ada.

Berita Terkait : Cak Imin Sangat Siap Jadi Capres

“Meski antibodi yang terbentuk sudah tinggi, bukan berarti masyarakat langsung bebas begitu saja dari risiko terinfeksi,” ingat Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro, kemarin.

Apalagi, di bulan suci Ramadan, masyarakat akan melakukan mobilitas sosial untuk berkumpul dan melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.

Berita Terkait : Kecanggihan Dan Tugas Berat Baju Balap

Hasil survei yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi, akan ada 80 juta orang yang mudik tahun ini.

Selain itu, beraktivitas di bulan Ramadan, masyarakat cenderung banyak bertemu dengan orang lain termasuk anak-anak dan penduduk lanjut usia (lansia) yang rentan terhadap penularan Covid-19.

Berita Terkait : Jangan Nyerah, Negara Harus Kuat

Adanya pelonggaran dalam syarat perjalanan juga membuat potensi orang yang mudik semakin besar.

Karena itu, menurut Reisa, salah satu upaya mitigasi untuk melindungi diri dan orang lain dengan melakukan vaksinasi Covid-19. [JAR]