Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Final FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK, Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
- Hasil Investigasi Imipas: 13 Bangunan Lapas Cibinong Dibangun Napi Sejak 2023
- Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat sebagai ASN, Apa Dasar Hukumnya?
- Wisnu Hani Putranto Dipecat Sebagai ASN, Buntut Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
- Polisi Kawal Ketat Final Indonesia Vs Thailand di GBK, Kerahkan 10.121 Personel
BP2MI Pulangkan Puluhan PMI Dari Ukraina Ke Kediaman Asal
Senin, 7 Maret 2022 18:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memastikan, saat ini para pekerja migran Indonesia (PMI) yang berhasil dievakuasi dari Ukraina dalam proses pemulangan ke daerah masing-masing.
"Kita ketahui bersama, pada 7 Maret 2022, sebanyak 26 pekerja migran Indonesia dari Ukraina telah selesai menjalani masa karantina. Mereka telah mendapatkan vaksinasi lengkap sehingga hanya menjalani masa karantina selama lima hari," ujar Kepala BP2MI, Benny Rhamdani dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (7/3).
Benny menambahkan, terdapat dua PMI dari Ukraina yang terkonfirmasi positif Covid-19 saat menjalani karantina, dan harus menjalani perawatan dan isolasi.
Baca juga : IMF Ingatkan Dampak Serius Perang Ukraina Terhadap Situasi Ekonomi Global
"Sedangkan 26 orang yang akan pulang pada hari ini sebagian besar akan kembali ke Denpasar, Bali, menggunakan pesawat dan satu orang kembali ke Cilacap, Jawa Tengah," ujar Benny.
Sebelumnya, 30 pekerja migran asal Indonesia tiba di Tanah Air pada 3 Maret 2022 setelah berhasil dievakuasi dari Ukraina. Mereka kemudian menjalani karantina di Wisma Pasar Rumput, Jakarta.
Mereka yang telah tiba di Tanah Air itu terdiri dari 29 perempuan dan satu orang laki-laki. Kebanyakan dari mereka yang telah dievakuasi bekerja sebagai spa terapis dan berasal dari Bali.
Baca juga : Irine Yusiana: Sikap Indonesia Soal Ukraina Untuk Kepentingan Kemanusiaan
Dalam kesempatan tersebut, Benny mengungkapkan pemerintah terus akan memberikan perlindungan kepada para pekerja migran yang berada di luar negeri.
Untuk itu, Benny meminta kepada para calon pekerja migran untuk menjalani proses penempatan melalui jalur yang resmi, dengan negara terus memberikan fasilitas dan kemudahan bagi mereka yang akan berangkat secara resmi.
Menurutnya terdapat risiko bagi para pekerja migran yang menggunakan jalur non-prosedural.
Baca juga : Pedagang & Pengusaha Daging Bantah Ketersediaan Kosong Di Pasaran
"Potret hari ini di mana kita tampilkan saudara-saudara kita yang dari Ukraina, adalah potret bagaimana mereka layak mendapatkan perlakuan hormat, perlindungan negara sebagaimana perintah Presiden Republik Indonesia," ujar Benny. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya