Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jaga Keharmonisan dan Toleransi, Ketum PBNU Minta Generasi Muda Tolak Ajakan Yang Merusak
Kamis, 31 Maret 2022 23:37 WIB
Sebelumnya
Dia mengatakan, saat ini Indonesia memasuki ruang digital, namun sayangnya beberapa di antaranya justru memanfaatkan ruang digital menjadi kontra narasi.
"Orang kehilangan kebajikan untuk bertanya dan berdialog, lebih kepada mengeluarkan statement yang keras, memang harus dicari rumusnya bersama," ungkapnya.
Baca juga : Singapura Telat, Kampung Di Sini Sudah Banyak Yang Lepas Masker
Untuk mewujudkan itu semua harus ada moderasi agama yang diperkuat dari semua agama yang ada di Indonesia. Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmojo mengatakan, moderasi agama dilakukan demi tercapainya perdamaian dunia dan hidup dalam kebersamaan. "Judulnya persaudaraan manusia untuk perdamaian dunia dan hidup bersama," katanya.
Ia meyakini bahwa proses moderasi agama di Indonesia saat ini sedang berjalan dan terus berjalan. "Semoga pada waktunya kita memetik buahnya. Jadi semua agama dapat mengajarkan kebaikan dan toleransi kalau dihayati secara benar, karena problemnya kalau tidak dihayati secara benar," harap Ignatius.
Baca juga : Di Konvensi Minamata, Menteri Siti Ajak Dunia Basmi Merkuri Ilegal
Menurut Ignatius, tantangan moderasi beragama sendiri ada pada penghayatan iman agama secara benar melalui tokoh-tokoh dari sejumlah komunitas iman.
"Oleh karena itu, tokoh komunitas iman yang sungguh berwibawa dan mendampingi, mencerdaskan komunitas damainya masing-masing dengan penghayatan iman yang benar. Itulah tantangannya untuk moderasi beragama, bahkan itu sudah diberikan indikatornya," jelasnya.
Baca juga : Keluarga Erick Thohir Bangun Masjid, Ketua PBNU: Bisa Jadi Penggerak Ekonomi UMKM
Ketua Umum Dewan Rohaniwan/ Pengurus Pusat Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MAatakin) Xs. Budi S. Tanuwibowo mengatakanz agama Khonghucu memiliki cita-cita utama, yakni menciptakan dunia yang harmonis. "Itu dapat terwujud dimulai dari yang paling kecil, yaitu dari diri sendiri dan keluarga," terangnya.
Diingatkan Budi, setiap pribadi harus saling menghormati antar sesama manusia agar tercipta kedamaian. "Setiap orang itu wajib menghormati yang orang tua, agar di masa tuanya bisa hidup tidak kapiran (kepikiran) lah bahasa jawanya. Dan bukan hanya orang tua saja tapi juga harus menghormati yang dituakan dan juga para guru harus dihormati sehingga mereka tidak merasa was-was kalau nanti bagaimana tua," imbau Budi. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya