Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menko PMK Dukung Reog Ponorogo Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda Ke UNESCO

Senin, 4 April 2022 20:35 WIB
Menko PMK) Muhadjir Effendy (kanan) bersama Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko memamerkan gambar Reog Ponorogo. (Foto Istimewa)
Menko PMK) Muhadjir Effendy (kanan) bersama Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko memamerkan gambar Reog Ponorogo. (Foto Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kesenian Reog Ponorogo akan diusulkan Indonesia ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) masuk Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritagen/ICH).

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mendukung penuh dan mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendukung Reog Ponorogo menjadi Warisan Budaya Tak Benda di UNESCO.

“Saya mendukung penuh Reog diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak benda di UNESCO. Saya upayakan supaya berhasil dan bisa menjadi kebanggaan, bukan hanya bagi masyarakat Ponorogo tapi juga seluruh Indonesia,” ujar Menko PMK saat berdialog dengan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, di rumah dinas Bupati Ponorogo, Senin (4/4).

Selain itu, Menko PMK juga meminta Pemerintah Ponorogo agar secepatnya mempersiapkan data yang diperlukan.

Berita Terkait : Serahkan Dokumen, Jadikan Jamu Warisan Budaya Tak Benda Indonesia ke UNESCO

“Untuk Reog, Malaysia rencananya mau mengajukan juga, maka dari itu kita harus lebih dulu. Karena ini kan sudah menjadi budaya dan warisan kita,” jelasnya.

Adapun menurut pemaparan Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Didik Suhardi, berkas pengusulan dan kelengkapan Reog telah diterima Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek melalui Direktorat Pelindungan Kebudayaan serta telah diajukan kepada Sekretariat ICH UNESCO pada 31 Maret 2022. 

Tak hanya Reog, nominasi lainnya, yaitu: Tempe, Jamu, Tenun Indonesia dan Kolintang.

“Secara kesiapan video foto dan dokumen sudah disiapkan Kabupaten Ponorogo. Sebelumnya juga sudah diterima Kemendikbud, tapi sampai hari ini belum ada pengumuman lagi,” ungkapnya.

Berita Terkait : Menteri BUMN Dukung Pembentukan Panja Penyelamatan Garuda

Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dalam seleksi wawancara dengan UNESCO, telah memberikan penjelasan terkait penggunaan bulu merak dan kulit harimau dalam kesenian ini. Bahwa bulu merak tersebut bukan dicabut, akan tetapi memang dalam kurun waktu tertentu bulu merak tersebut lepas sendiri dari tubuh Merak.

Kemudian yang belasan tahunan lalu menggunakan kulit harimau saat ini sudah diganti kulit kambing yang diformat seperti kulit harimau. Kalau dua hal ini sudah terjawab dan meyakinkan UNESCO, kata dia, kemudian Reog Ponorogo akan lolos sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.

Sugiri menambahkan, pihaknya akan terus berusaha dan kerja keras agar dunia mau mengakui Reog Ponorogo. Ia pun menyampaikan terima kasih atas dukungan Menko PMK kepada Reog Ponorogo.

"Kami akan terus bekerja keras agar ini bisa lolos. Mohon doanya juga kepada seluruh masyarakat Ponorogo,” ujarnya.

Berita Terkait : KPU Ponorogo Usulkan Dana Pilkada 69 Miliar

Sebagai informasi, setiap tahun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selalu ada proses seleksi bagi Warisan Budaya Tak Benda di Indonesia. Kemudian, warisan yang menjadi unggulan akan dilanjutkan ke Unesco

Pemkab Ponorogo pernah mengusulkan Reog Ponorogo ke dalam daftar ICH UNESCO pada 2018, namun belum berhasil. Di tahun tersebut, justru Gamelan Indonesia yang lolos dan berhasil diakui UNESCO pada 15 Desember 2021.

Reog Ponorogo adalah seni pertunjukan tradisional rakyat Ponorogo yang di dalamnya terdapat unsur-unsur penari warok, jatil, bujangganong, kelanasewandana, dan barongan. Tarian tersebut diiringi dengan seperangkat instrumen pengiring Reog khas ponoragan yang terdiri dari kendangi, kempul (gong), kethuk- kenong, slompret, tipung, dan angklung. [DIR]