Dark/Light Mode

Mantan Pegawai Asabri Nilai Vonis Adam Damiri Tidak Adil

Kamis, 7 April 2022 22:44 WIB
Gedung Asabri. (Foto: Ist)
Gedung Asabri. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan pegawai PT Asabri (Persero) Zulkarnaen Effendi menilai, putusan 20 tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta kepada eks Dirut PT Asabri (Persero) Adam Damiri, tidak adil.

"Putusan Pak Adam Damiri, kalau secara pribadi kurang pas. Keputusan pimpinan kan kolektif kolegial. Jadi tidak bisa hanya menyalahkan Pak Adam secara langsung," kata Zulkarnain saat konferensi pers, Kamis (7/4). 

Baca juga : Kementan Komitmen Realokasi Anggaran Dan Tingkatkan Kinerja

Justru, kata dia, Adam Damiri adalah korban. Sebab, sebagai Direktur Utama PT Asabri periode 2008-2016 dan prajurit yang tidak memahami investasi, keputusan Asabri untuk melakukan investasi tentu berdasarkan advice atau arahan Direktur Investasi.

"Kalau bagi saya pribadi, bisa saya nyatakan sebagai korban. Karena beliau itu Direktur Utama. Tanggung jawabnya kan bukan sekadar mengarahkan investasi. Masih banyak tanggung jawabnya yang lain," ungkapnya.

Baca juga : Kemenkominfo Matangkan Penerapan Aksara Nusantara Digital

Mantan Kepala Divisi PKBL PT Asabri itu kembali menegaskan masalah investasi itu ada dalam wewenang Divisi Keuangan dan Investasi dalam sebuah perusahaan.

Tak ayal, usulan dan rekomendasi untuk melakukan investasi bukan merupakan kewenangan Direktur Utama. "Kalau sepengetahuan saya, dalam perusahaan itu, investasi di bawah divisi keuangan," tutur Zulkarnaen. 

Baca juga : Perindo: Usulan Cak Imin Tidak Mungkin Terjadi

Zulkarnaen juga menyebut, Adam Damiri memiliki jasa dan kontribusi yang besar sekali bagi kemajuan perusahaan. Dirinya mengatakan Adam justru selalu berusaha meningkatkan keuntungan perusahaan dan kebermanfaatannya bagi prajurit TNI-Polri.

"Jasanya (Adam Damiri) banyak banget. Dia mensejahterakan prajurit (TNI-Polri dan ASN Kemhan) yang berjuang. Contoh konkret (Santunan Risiko Kematian Khusus) zaman pak Adam menjadi Rp 400 juta,” bebernya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.