Dark/Light Mode

Anies-AHY Atau Anies-Khofifah, Nendang Mana?

Sabtu, 16 April 2022 06:35 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (Kiri), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Istimewa).
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (Kiri), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Semakin dekat 2024, isu copras-capres tidak hanya bicara elektabilitas pribadi calon. Kini, mulai ada yang memasang-masangkan. Contohnya, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) memasangkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Lalu, PPP mewacanakan duet Anies dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Kabar PPP ingin menduetkan Anies-Khofifah ini disampaikan Plt Ketua DPW PPP DKI, Farhan Hasan Al-Amri. Bahkan, keinginan itu sudah diputuskan sebagai rekomendasi dalam Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) DPW PPP DKI.

Baca juga : Berbuka Puasa, Haruskah Dengan Yang Manis?

“Rekomendasi itu telah diserahkan ke DPP PPP saat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) partai, kemarin,” terangnya.

Farhan tidak menjelaskan alasan rinci menduetkan Anies dengan Khofifah. Dia memilih bicara lebih banyak tentang Anies. Kata dia, selain memiliki elektabilitas tinggi, Anies juga dekat dengan ulama dan habaib. Hal ini menjadi poin utama partainya untuk mengusung capres.

Baca juga : Antara Hijriyah Dan Masehi

"Kedekatan Pak Anies dengan kiai, ulama, dan habaib tidak perlu kami ragukan lagi," ucapnya.

Dia mengakui, di Pilkada DKI 2017, partainya tidak mendukung Anies. Namun, mantan Ketua DPW PPP almarhum Abraham Lunggana alias Haji Lulung memiliki kedekatan pribadi dengan Anies. Haji Lulung bahkan membela Anies-Sandiaga pasca Pilkada 2017.

Baca juga : Ini Alasan Arief Muhammad Makan Nasi Padang Pakai Tangan

"Setelah berakhirnya Pilkada DKI, kami punya kedekatan yang baik dengan Pak Anies. Karena PPP isinya banyak kiai dan ulama, serta habaib," ujar dia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.