Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Ia menyebutkan, elektabilitas Ganjar menguat dalam satu setengah tahun terakhir. Meskipun posisinya masih di bawah Prabowo. “Soal peta politik, yang kuat ada sosok Prabowo, Ganjar dan Anies cukup kuat di situ bila Presiden Joko Widodo tak ikut serta dalam pemilu. Baik untuk (pertanyaan) yang terbuka dan tertutup,” jelasnya.
Kendati demikian, persaingan antar sesama bakal capres masih terbuka. Pasalnya, masih cukup banyak masyarakat yang belum memutuskan/menolak menjawab dalam pertanyaan terkait elektabilitas capres.
Baca juga : Sri Lanka Nyaris Bankrut, Presiden Rajapaksa Ngaku Salah
“Masih ada sebesar 41,4 persen masuk kategori tidak tahu atau tidak menjawab,” sebut Rafif.
Sebelumnya, lembaga SMRC dalam survei terbarunya juga menemukan hasil yang sama. Prabowo yang selama ini menempati ranking pertama, dalam survei SMRC justru berhasil disalip Ganjar. Dalam pertanyaan semi terbuka itu, diketahui posisi 3 besar masih milik Prabowo, Ganjar dan Anies. Namun, urutan ranking sudah mulai berganti. Posisi pertama, kini ditempati Ganjar dengan elektabilitas sebesar 18,1 persen.
Baca juga : Sidak Ke SPBU, Pertamina Jamin Pasokan BBM Di Kota Padang
Ganjar unggul tipis dari Prabowo yang memperoleh 17,6 persen. Sedangkan di posisi ketiga tetap ditempati Anies dengan elektabilitas sebesar 14,4 persen. Mereka yang belum menentukan pilihan ada 13,7 persen.
Kenapa elektabilitas Prabowo menurun? Peneliti SMRC, Sirojudin menjelaskan, 97 persen publik sudah mengenal atau tahu Prabowo. Namun, hal tersebut tidak diikuti dengan sikap suka oleh pemilih. Ketum Gerindra itu hanya disukai 73 persen dari yang mengenalnya. Berbeda dengan Ganjar. Tingkat pengenalannya baru 69 persen. Namun, disukai 87 persen.
Baca juga : Bersama Generasi Muda, IM3 Gelar Promo Sensasi Ramadan
“Kuantitas dan kualitas popularitas masing-masing tokoh berimplikasi terhadap elektabilitas mereka,” jelasnya.
Tak cuma Populi Center, gejala penurunan elektabilitas Prabowo juga sudah sejak lama tercium oleh lembaga survei Indikator Politik Indonesia (IPI). Peneliti IPI, Bawono Kumoro mengatakan, terus menurunnya elektabilitas Prabowo sangat bertolak belakang dengan tingkat popularitasnya yang cukup tinggi. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya