Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Golkar, PAN dan PPP resmi bikin Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Lalu siapa kandidat Capres dari koalisi tersebut?
Direktur Eksekutif Indobarometer, M. Qodari punya prediksi Capres yang akan diusung KIB. Yaitu yang selaras dengan pemerintahan sekarang
"Jadi kalau ditanya siapa Capres-nya ya yang selaras dengan pemerintahan saat ini," kata Qodari saat berbincang dengan RM.id, Rabu (18/5).
Baca juga : Pengamat: Prabowo-Puan Pasangan Ideal Yang Bakal Didukung Jokowi Di Pilpres 2024
Saat ditanya lebih detail orangnya, Qodari ogah menyebut karena politik itu dinamis. Bisa berubah kapanpun asalkan ada kesepakatan. Selain itu, juga akan tergantung hasil survei Pilpres Juli dan Agustus 2023 mendatang.
Menurut Qodari, KIB menjadi ancaman serius bagi partai politik lain. Karena komposisinya lengkap. Ada Golkar yang nasionalis, PAN Islam modern, dan PPP Islam tradisional.
Menurut dia, KIB jauh lebih mudah mencari suara dibanding parpol yang bisa maju sendiri seperti PDIP. Mengingat Indonesia terdiri dari beragam suku dan agama.
Baca juga : Aliansi Pemerhati Papua Bangkit Gelar Aksi Dukung DOB Di Kemendagri
"Kalau maju sendiri kemudian kita bicara NKRI yang begitu beragam, komposisinya itu belum lengkap," jelas dia.
Artinya, Qodari bilang KIB merupakan koalisi yang paling serius menatap Pilpres 2024. Formasinya sudah memenuhi ambang batas pencalonan presiden 20 persen.
Sebelumnya, Sekjen Partai Golkar Fredrick Lodewijk memastikan pembentukan KIB serius untuk menyongsong Pemilu 2024 mendatang. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya