Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Direktur Eksekutif Netgrit, Hadar Nafis Gumay maklum jika akan ada usulan-usulan baru terkait penambahan anggaran pemilu, dari kementerian dan lembaga lain. Jangan dikira, anggaran Pemilu 2024 hanya Rp 76,6 triliun itu.
“Kalau sekarang Rp 76,6 triliun itu seolah-olah hanya segitu, itu hanyalah dana yang dikelola oleh KPU, belum Bawaslu, dan DKPP. Dugaan saya, Kemendagri dan Kementerian lain juga akan diikutkan,” kata Hadar, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.
Baca juga : Santri Pasundan Gelar Ijtima Untuk Pemilu 2024, Ini Hasilnya
Sehingga tak heran, sekilas jika ditotal-total, Pemilu 2024 mahal diongkos. “Kalau ditotal-total memang akan sangat besar. Baiknya kita melihatnya secara lebih rinci, jangan secara sederhana,” sarannya.
Meskipun setelah dirinci, pengeluaran sebesar itu masuk akal, ia meyakini masih banyak pos-pos yang bisa dihemat pengeluarannya. Misalnya, dengan mengurangi acara-acara kepemiluan seperti sosialisasi di hotel mewah.
Baca juga : Hadir Di 135 Negara, Disprz Rayakan 2 Tahun Kesuksesan Di Indonesia
“Selama pandemi, kita berhasil mengadakan acara secara daring, itu coba diterapkan. Jangan kita gunakan hotel-hotel mahal dan mewah,” sarannya. “Formulir yang banyak sekali digunakan, ganti dengan formulir elektronik. Ini bisa berhemat,” usulnya lagi.
Ia juga mengingatkan agar anggaran pemilu yang diplot di kementerian dan lembaga lain tidak malah dihabiskan untuk kebutuhan di luar pemilu.
Baca juga : DPRD Usul DKI Anggarkan Pemasangan Ornamen Betawi Di Kantor RW
“Anggaran haruslah yang terkait dengan pemilu. Jangan pula jadi ajang pengadaan seragam mereka, dan lain-lain. Atau kebutuhan yang betul-betul enggak terkait langsung dengan pemilu. Itu perlu kita perhatikan,” tegasnya.
Bagaimana dengan pemangkasan masa kampanye? Apakah itu efektif menghemat anggaran? Hitungan Hadar, tidak. Justru dengan dipangkasnya masa kampanye, proses produksi dan distribusi harus dipercepat. Produksi dan distribusi yang lebih cepat biasanya membutuhkan tenaga dan ongkos yang lebih mahal. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya