Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pemerintah Genjot Vaksin Booster Hadapi Gelombang Baru Covid-19

Selasa, 14 Juni 2022 11:25 WIB
Presiden Jokowi memimpin Ratas PPKM, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (13/6),. (Foto: Humas Setkab/Rahmat)
Presiden Jokowi memimpin Ratas PPKM, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (13/6),. (Foto: Humas Setkab/Rahmat)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus mempercepat laju vaksinasi dosisi ketiga yang saat ini capaiannya masih rendah. Vaksin ketiga booster sangat penting untuk mencegah gelombang baru virus Omicron BA.4 dan BA.5..

“Arahan Presiden untuk meningkatkan jumlah vaksin dosis ketiga,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), di Kantor Presiden, Jakarta, , Senin (13/6).

Secara khusus Pemerintah mendorong vaksinasi booster sebagai syarat penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan keramaian.

“Secara prinsip untuk berbagai kegiatan, apakah itu venue olahraga maupun venue lain atau musik ataupun kesenian yang melibatkan banyak anggota masyarakat diharapkan dosis ketiga itu bisa difasilitasi. Sehingga untuk kegiatan-kegiatan yang menuai ataupun membuat kerumunan, vaksinasi ketiga itu akan terus didorong,” ujarnya.

Berita Terkait : Lestari: Waspada Meningkatnya Kembali Kasus Covid-19!

Menko Airlangga  mengungkapkan, masih terdapat dua provinsi yang capaian dosis pertamanya masih di bawah 70 persen yaitu Papua Barat dan Papua. Sedangkan untuk vaksinasi dosis kedua terdapat sepuluh provinsi dengan capaian di bawah 70 persen.

“Provinsi yang masih relatif rendah di bawah 50 persen adalah Maluku, Papua Barat, dan Papua,” ujarnya.

Situasi Pandemi Terkendali

Terkait perkembangan situasi Covid-19 nasional, Ketum Partai Golkar ini menyampaikan, bahwa meskipun terdapat peningkatan kasus kondisi pandemi di Indonesia secara keseluruhan masih dalam tahap terkendali.

Berita Terkait : Menteri Agus Genjot Investasi Industri Baja

“Kasus kita sekitar 574 (kasus) harian, kalau kita lihat Australia bisa 16.000-an (kasus), India 8.500 (kasus), Singapura 3.100 (kasus), Thailand 2.400 (kasus), bahkan Malaysia 1.700 (kasus),” ujarnya.

Angka reproduksi kasus efektif (Rt) Indonesia juga relatif stabil di bawah 1, tingkat kesembuhan (recovery rate) mencapai 97,34 persen, sedangkan tingkat kematian (case fatality rate) sebesar 2,58 persen.

“Kita lihat penularan kasus kebanyakan lokal, yang kasus dari perjalanan luar negeri sekitar 25 kasus,” kata Airlangga.

Ia menambahkan, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau BOR (bed occupancy rate) terutama di luar Jawa-Bali juga masih relatif rendah.

Berita Terkait : Harlah Pancasila Di Ende Jadi Semangat Baru Untuk Negeri

“Kalau di luar Jawa-Bali BOR Covid-19 relatif rendah dan yang tertinggi hanya di Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah,” pungkasnya.■