Dewan Pers

Dark/Light Mode

Unggah Meme Candi, Roy Suryo Kena Batunya

Rabu, 15 Juni 2022 06:50 WIB
Roy Suryo. (Foto : Istimewa).
Roy Suryo. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Roy Suryo sedang menjadi bulan-bulanan. Penyebabnya, mantan Menpora yang juga pengamat telematika ini, mengunggah dua foto stupa Candi Borobudur yang wajahnya diedit mirip Presiden Jokowi. Banyak pihak geram dengan ulah Roy. Polri pun turun tangan mengusut pihak yang mengedit foto itu.

Roy Suryo mengunggah foto itu di akun Twitternya, @KRMTRoySuryo2, Jumat (10/6). Namun, unggahan itu baru ramai dibahas publik, kemarin.

Dalam unggahan tersebut, Roy menyinggung wacana kenaikan harga tiket naik ke Candi Borobudur jadi Rp 750 ribu. Ada dua meme yang diunggah mantan kader Partai Demokrat ini.

"Mumpung akhir pekan, ringan-ringan saja twit-nya. Sejalan dengan protes rencana kenaikan harga tiket naik ke Candi Borobudur (dari Rp 50 ribu) ke Rp 750 ribu yang (sudah sewarasnya) ditunda itu, banyak kreativitas netizen mengubah salah satu stupa terbuka yang ikonik di Borobudur itu. Lucu. Hehehe. Ambyar," cuit Roy.

Setelah cuitan ini ramai dan banyak dihujat banyak orang, Roy lalu menghapusnya. Dia pun berusaha “cuci tangan” dengan menyatakan bahwa meme stupa itu, sudah ada sebelum dirinya mengunggah ke Twitter.

Berita Terkait : Dituding Membeo China, Kepala HAM PBB Didesak Mundur

"Agar tidak ada yang memprovokasi lagi dan dianggap 'mengedit' karena ketidakpahamannya, maka postingan tersebut saya drop, case close," ucapnya.

Dia lalu membeberkan akun yang disebutnya sudah mengunggah duluan meme stupa itu. "Jelas-jelas sudah ada dua akun asli pengunggah sebelumnya,” tulisnya.

Menyikapi kehebohan ini, Polri pun turun tangan. Polri akan mengusut kasus ini. Saat ini, Korps Bhayangkara sedang melakukan pendalaman apakah ada unsur penghinaan yang dilakukan Roy terhadap simbol negara dan juga agama Buddha dalam foto yang diunggah Roy itu.

"Sedang didalami dan profiling oleh Siber," jelas Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, kemarin.

 

Dedi meminta masyarakat bijaksana dalam menggunakan media sosial, sehingga tak menimbulkan kebencian ataupun hal-hal negatif lainnya. Setiap masyarakat harus saling menghormati hak-hak orang lain, dan menjaga toleransi serta persatuan di Indonesia lewat setiap unggahannya.

Berita Terkait : Bahlil Optimis RI Jadi Produsen Baterai Listrik Dunia

"Karena jejak digital bisa dijadikan bukti dalam proses hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik)," jelasnya.

Di Twitter, desakan agar Polri menangkap Roy Suryo langsung menggema. Sebagian warganet menganggap, Roy melakukan dua kesalahan sekaligus dalam unggahan itu. Yaitu, menghina Presiden dan juga melecehkan kepercayaan umat Buddha.

"Tangkap Roy Suryo. Sengaja menyebarkan foto stupa yang sudah diedit sehingga menghina agama Budha dan Presiden. Mulutmu harimaumu!" cuit @thien_ANANTA. "Tangkap Roy Suryo!!" timpal Syarman59 sembari mention akun @DivHumas_Polri.

Ada juga akun yang heran dengan jabatan menteri yang pernah Roy emban. "Cuitan Roy Suryo ini selain melecehkan Kepala Negara, juga melecehkan Candi Borobudur yang menjadi tempat ibadah saudara-saudara umat Buddha. Kualitas begini kok pernah jadi menteri," pekik @soen_cak.

Sedangkan akun @MrsRachelIn heran dengan sikap Roy yang masih berkelit atas kesalahannya sendiri. "Harusnya berani minta maaf, bukan cuma dihapus saja," tegasnya.

Berita Terkait : Harga Minyak Mentah Naik, Rupiah Kena Imbasnya

Akun @Rizmaya__ menganggap, Roy kena batunya. Dia menyindir, Roy sedang mencari jalan untuk masuk penjara.

"Dalam pepatah dikenal dengan istilah 'selalu ada jalan menuju Roma'. Sementara yang ini, selalu ada jalan menuju penjara. Semoga yang menyebarkan foto editan stupa Borobudur mirip Jokowi, benar-benar digarap oleh kepolisian,” tulisnya. [UMM]