Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Spanyol Vs Uruguay, Kena Kartu Kuning Lagi, Pedri Out..!
- Kaesang Hadiri Rakorda PSI Mesuji, Saksikan Pelantikan Pengurus
- UNDIRA Gelar Pameran Fotografi 'Lens of Humanity', Tampilkan Karya 54 Mahasiswa
- Gelombang Anti-Imigran Di Afrika Selatan Memasuki Babak Baru
- IHSG Anjlok 2,73 Persen pada Sesi I, Tertekan Bursa Asia
Sebelumnya
“Siapa tahu dengan menggandeng itu ada yang tertarik untuk bersama-sama. Artinya, partai-partai lain kan, terbuka saja kemungkinan,” ungkapnya.
Pengamat politik sekaligus pendiri Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti punya analisis tajam soal gerakan Imin yang merayu Sri Mul ini. Ray yakin seratus persen yang dilakukan Imin ini hanya gimmick. Upaya tebar pesona untuk mengerek popularitasnya.
Baca juga : Saudi Sangat Panas, Jemaah Haji Diminta Banyak Minum
“Elektabilitas Cak Imin saat ini kan tidak naik-naik. Jadi butuh gimmick dan sedikit genit agar terus diperbincangkan publik. Hanya saja, belum tentu positif ke elektabilitas” kata Ray, kemarin.
Ia menduga, Imin akan terus melakukan gerilya sambil melakukan manuver dan gimmick guna menaikkan elektabilitas.
Baca juga : Sepupu Puan Maharani Pilih Hijrah Ke Partai NasDem, Ini Alasannya
Sayangnya, kata Ray, gaya Imin yang penuh guyon dan over pede ini, ternyata belum mampu menarik perhatian masyarakat. “Butuh upaya lain agar bisa meningkatkan elektabilitas,” saran Ray.
Namun, pakar komunikasi politik Pangi Syarwi Chaniago mengaku senang melihat kepedean Imin maju nyapres dan mulai lirik-lirik cawapres. Sikap pede Imin bisa saja mendongkrak pamornya, karena masih ada pihak-pihak yang tidak kepingin partai digadaikan ke oligarki.
Baca juga : Lestari: Butuh Konsistensi Luruskan Sejarah Ratu Kalinyamat
Masalahnya, kata dia, hingga saat ini Imin belum punya nilai jual. Elektabilitasnya masih rendah. Selain itu, belum ada juga koalisi yang diinisiasi PKB yang cukup syarat presidential thresold.
“Kalau serius, ya memang enggak ada calon kan di PKB sampe sekarang. Ini kan figur yang dimiliki PKB enggak layak jual,” lanjut Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya