Dewan Pers

Dark/Light Mode

Salurkan BBM Subsidi Tepat Sasaran, Istana Peduli Nelayan

Senin, 27 Juni 2022 08:02 WIB
Penandatanganan Nota Kesepakatan Kantor Staf Presiden bersama Kementerian ESDM, BPH Migas, Pertamina dan enam pemerintah daerah terkait penyederhanaan prosedur penyaluran BBM bersubsidi untuk nelayan, pada rapat koordinasi KSP bersama kementerian/lembaga di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (24/6). (Foto: Istimewa)
Penandatanganan Nota Kesepakatan Kantor Staf Presiden bersama Kementerian ESDM, BPH Migas, Pertamina dan enam pemerintah daerah terkait penyederhanaan prosedur penyaluran BBM bersubsidi untuk nelayan, pada rapat koordinasi KSP bersama kementerian/lembaga di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (24/6). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menekankan pentingnya kemudahan pengajuan pembelian BBM bersubsidi bagi nelayan skala kecil.

Mengutip survey koalisi KUSUKA 2020, Moeldoko menyebut bahwa 69 persen nelayan kecil kesulitan membeli BBM subsidi, dan 78 persen mengalami kesulitan memperoleh surat rekomendasi.

"Selain surat rekomendasi, nelayan harus menyertakan lampiran-lampiran. Seperti KTP atau kartu tani, surat keterangan usaha, atau surat keterangan spesifikasi peralatan yang digunakan. Ini yang dinilai menyulitkan," kata Moeldoko pada rapat koordinasi Kantor Staf Presiden bersama Kementerian/Lembaga, di Batam Kepulauan Riau, Jumat (24/6).

Moeldoko menyampaikan, untuk memenuhi akses BBM bersubsidi bagi nelayan kecil, KSP mendorong kementerian/lembaga untuk melakukan percepatan Kartu Pelaku Usaha Bidang Kelautan dan Perikanan (KUSUKA).

Berita Terkait : Damaikan Rusia-Ukraina, Jokowi Disarankan Pelajari 3 Hal Ini

Sebab, di dalam KUSUKA sudah terinput data-data nelayan yang bisa menjadi pedoman untuk penentuan dan pengalokasian BBM bersubsidi.

"Ini tidak hanya mengoptimalkan penyerapan kuota BBM bersubsidi, tapi penyalurannya juga akan tepat sasaran. KUSUKA itu by name by address, NIK, dan ukuran kapalnya juga terdata di kartu," terang Moeldoko.

"Jadi ke depan nelayan tidak lagi kesulitan mengurus surat rekomendasi dan lampiran-lampirannya. Jika mereka membeli BBM tinggal menunjukkan kartu KUSUKA saja," tambahnya.

Kepedulian Istana dalam hal ini diwakili Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko ini terhadap nasib para nelayan kecil mendapat tanggapan positif dari Sekretaris Jenderal Aliansi Mahasiswa dan Milenial Indonesia (AMMI), Arip Nurahman.

Berita Terkait : Jalankan ZIS Secara Transparan, Baznas Raih WTP

Menurutnya, bahan bakar merupakan penunjang utama bagi nelayan dalam melaut. Untuk itu, KSP Moeldoko yang memegang peranan menangani program strategis presiden sangat memperhatikan nasib para nelayan agar bisa mendapatkan BBM bersubsidi dengan mudah.

"Inilah salah satu bentuk perhatian pemerintah khususnya Istana terhadap nasib para nelayan. Pak Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan selalu responsif terhadap kepentingan rakyat, salah satunya terkait kebutuhan para nelayan kecil dalam mendapatkan BBM bersubsidi yang dinilai sangat mendesak sebagai penunjang mereka menangkap ikan," ujar Arip dalam keterangannya, Senin (27/6).

Terkait program KUSUKA, Arip menegaskan, hal itu sebuah terobosan dari pemerintah untuk menjaga BBM bersubsidi agar tetap tersalurkan sesuai peruntukannya. Selain itu, nelayan sangat dimudahkan karena tidak perlu repot namun cukup hanya dengan satu kartu itu.

Dengan menerapkan data tunggal melalui aplikasi KUSUKA, kepentingan nelayan dapat terakomodir dalam mendapatkan BBM bersubsidi.

Berita Terkait : Evaluasi Mudik Lebaran 2022, Ini Catatan Menteri Basuki

"Hal itu merupakan bentuk kepedulian yang mendalam dari istana terhadap keberlangsungan hidup nelayan dalam beraktivitas," tuturnya. ■