Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
Sebelumnya
“Selain itu, hewan juga lebih sering berbaring dan mengalami demam tinggi,” katanya.
“Pemerintah akan menyalurkan hewan ternak dari kawasan bebas PMK untuk menjadi hewan kurban ke daerah yang terdampak PMK,” ujar @ carepucuk.
Dengan adanya wabah PMK, @kementan menyarankan, agar pemotongan hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha tahun ini dilakukan di Rumah Potong Hewan/RPH. Pemotongan di luar RPH, bisa dilakukan dengan sejumlah syarat dan ketentuan yang berlaku.
Baca juga : Pilihlah Hewan Kurban Yang Benar-benar Sehat
“Yuk kita patuhi. Kepatuhan kita bisa mencegah penularan PMK. Semoga wabah ini bisa cepat kita lalui,” harap dia.
Menurut @Halesarland99, daging, jeroan hewan dan juga manusia bukanlah reseptor PMK.
“Sehingga aman untuk diolah secara biasa dan dikonsumsi,” timpal @ Halesarland99.
Baca juga : Peternak Ngeluh Sulit Pasok Hewan Kurban Ke Jakarta
Akun @BeldekAbdullah curhat kepada Pemerintah soal solusi sapi hewan kurban. Dia mengeluh sapi miliknya sudah sehat sesuai arahan, sudah vaksin serta sudah dinyatakan dokter setempat sehat & amanah.
“Mengapa tidak diperbolehkan kirim ke luar Kota Surabaya, Gresik, Sidoarjo,” keluhnya.
Menurut @Cattl3yya, kalau memang wabah PMK berdampak, mestinya Pemerintah memberikan solusi pada masyarakat agar dapat membeli hewan kurban yang baik dan sehat. Dia kasihan sama penjual yang sudah modalin ternak. Termasuk juga bagi para konsumennya.
Baca juga : Ini 4 Tips Jitu Kelola Keuangan Keluarga Sambut Liburan Sekolah
“Pastikan sudah memiliki Surat Sehat untuk hewan kurban,” timpal @ AgoesAyoex. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya