Dark/Light Mode

Bapak Antre Pertalite, Ibu Antre Migor, Tak Ada Antre Booster

Rabu, 6 Juli 2022 07:05 WIB
Ramainya antrean pembelian minyak goreng (mig­or) dan Bahan Bakar Minyak (BBM). Sementara gerai vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster sepi. (Foto : Instagram @pandemictalks).
Ramainya antrean pembelian minyak goreng (mig­or) dan Bahan Bakar Minyak (BBM). Sementara gerai vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster sepi. (Foto : Instagram @pandemictalks).

RM.id  Rakyat Merdeka - Akun @pandemictalks mengunggah meme yang menggambarkan ramainya antrean pembelian minyak goreng (mig­or) dan Bahan Bakar Minyak (BBM). Sementara gerai vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster sepi.

“Nah, buruan gih vaksinasi booster bagi yang belum, daripada nggak boleh masuk mall, nggak boleh naik kereta, nggak boleh naik pesawat, nggak boleh healing ke Bali, pergi-pergi gitu,” ujar @pandemictalks.

Baca juga : Mau Ke Acara Berskala Besar, Jangan Lupa Booster Dulu

Akun @perupadata mengungkapkan, vaksin booster baru mencapai 19 persen dari total penduduk. Sementara dosis kedua sudah lebih dari 60 persen. Sampai saat ini, masih ada tiga provinsi yang butuh perha­tian khusus. “Karena capaian vaksinasinya di bawah 50 persen,” ungkapnya.

Akun @fikar.muhammad setuju den­gan kebijakan menjadikan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster syarat izin keramaian dan perjalanan. Hanya saja, kebijakan tersebut tidak boleh mengham­bat perekonomian masyarakat.

Baca juga : Masyarakat Boleh Langsung Booster

“Saat ini fokus masyarakat untuk me­mulihkan perekonomian keluarga. Jangan sampai ini malah jadi beban,” katanya.

“Setuju. Aku lagi kena Covid-19. Sudah booster. Sakitnya hanya seperti kena flu batuk biasa saja. Alhamdulillah, terima kasih Pemerintah sudah memberi­kan vaksin gratis untuk seluruh warga,” ujar @deabarnes.

Baca juga : Warga Ibu Kota Serbu Sentra Vaksin Booster

Akun @linawinahyu sedih melihat gerai vaksin booster tidak diminati masyarakat. Padahal, semua itu demi menjaga kesehatan bersama. Jangan sam­pai penyesalan datang ketika terinfeksi virus Corona dan kondisi belum booster. “Nanti kalau sudah sakit bingung cari layanan kesehatan,” kata dia.

Akun @dewibundabian cerita baru saja jalan dari ujung barat ke ujung timur Jawa. Dia melihat, tidak ada masyarakat yang pakai masker dan disiplin pro­tokol kesehatan (prokes). Mau vaksin berpuluh kali sekali pun, kalau manu­sianya tidak aware dengan pandemi, sama saja bohong.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.