Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ditegur Ketika Lakukan Pelecehan

Brigadir J Todongkan Senjata Dan Hardik Istri Kadiv Propam, Diam Kamu!

Selasa, 12 Juli 2022 16:11 WIB
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto. (Foto: Ist)
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Brigadir J sempat menodongkan pistol ke kepala istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, saat melakukan pelecehan terhadapnya.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto mengungkapkan, peristiwa ini berawal ketika Brigadir J masuk ke kamar istri Irjen Sambo.

Saat itu, istri jenderal polisi bintang dua ini tengah tidur. Dia lelah lantaran baru pulang dari luar kota. Brigadir J kemudian melakukan aksinya.

"Ibu (istri Irjen Sambo) terbangun, kaget, kemudian menegur saudara J. Saudara J membalas 'diam kamu!', sambil mengeluarkan senjata yang ada di pinggang dan menodongkan ibu," ungkap Budhi, dalam konferensi pers, di Polres Jaksel, Selasa (12/7).

Berita Terkait : Kapolres Jaksel: Dilecehkan Brigadir J, Istri Kadiv Propam Beberapa Kali Teriak Minta Tolong

Mendapat perlakuan begitu, Istri Irjen Sambo lantas berteriak minta tolong. Tak hanya sekali, melainkan beberapa kali. "Teriakan ini rupanya membuat saudara J mungkin panik," tuturnya.

Brigadir J makin panik ketika mendengar suara derap langkah Bharada E yang berlari turun dari lantai 2. Saat pelecehan itu terjadi, Bharada E tengah bersama saksi lain berinisial K di lantai atas. Brigadir J pun keluar dari kamar Irjen Sambo.

Tapi dia keburu kepergok Bharada E yang masih berdiri di tangga, yang menurut Budhi, berbentuk letter L. "Bharada E menanyakan ada apa (ke Brigadir J)," beber Budhi.

Bukannya menjawab, Brigadir J justru langsung menembak ke arah Bharada E. Tapi, meleset, mengenai tembok. Bharada E buru-buru berlindung di tangga yang mengarah ke atas.

Berita Terkait : Sebelum Baku Tembak, Brigadir J Masuk Kamar Istri Kadiv Propam Dan Lakukan Pelecehan

"RE mengeluarkan senjata yang ada di pinggangnya. Nah ini kemudian terjadi penembakan di mana beberapa kali. Kalau kita lihat dari TKP kami menemukan ada bekas tembakan," terangnya.

Ada sekitar 12 peluru yang muntah dari senjata masing-masing anggota korps baju cokelat itu. Rinciannya, dari senjata Brigadir J sebanyak tujuh, dan dari Bharada RE menembakkan lima peluru.

Brigadir J akhirnya roboh setelah tertembus timah panas dari senjata buatan Austria yang dipegang Bharada E.

Budhi mengungkapkan, berdasarkan autopsi sementara dari RS Polri Kramat Jati, lima tembakan yang dikeluarkan Bharada E membuat tujuh luka di tubuh Brigadir J. "Enam luka tembak keluar (tembus) dan satu proyektil bersarang di dada," ungkap Budhi.

Berita Terkait : KPK Sudah Tetapkan Tersangka Penyaluran Dana Bergulir Fiktif Kemenkop UKM, Siapa?

Dia mengungkapkan, istri Irjen Sambo telah melaporkan tindakan pelecehan yang dilakukan Brigadir J ke Polres Jaksel.

"Tentunya ini juga ini kami buktikan dan proses, karena setiap warga negara punya hak yang sama di muka hukum. Sehingga equality for law juga benar-benar kami terapkan," tandasnya. ■