Dewan Pers

Dark/Light Mode

Prabowo-Puan dan Anies-AHY

Bisa Dikalahkan Ganjar, Tapi Siapa Yang Ngusung?

Rabu, 20 Juli 2022 07:57 WIB
Dari kiri: Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan. (Foto: Istimewa)
Dari kiri: Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Beberapa pihak terus memasang-masangkan Prabowo Subianto-Puan Maharani dan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk Pilpres 2024. Kedua pasangan ini memang potensial. Namun, keduanya bisa dikalahkan oleh Ganjar Pranowo. Masalahnya, siapa yang bakal mengusung Ganjar di Pilpres nanti.

Dukungan akar rumput untuk menduetkan Prabowo-Puan sudah muncul di mana-mana. Saat ini, sudah terbentuk Presidium Nasional Prabowo-Puan. Hanya saja, kepastian duet ini masih belum terbaca. Saat ini, baru Gerindra yang sudah memastikan akan mengusung Prabowo. Sedangkan PDIP, partai tempat Puan bernaung, masih belum memutuskan kandidat.

Untuk Anies-AHY, setidaknya sudah ada dua partai yang punya potensi besar mengusung. Yaitu NasDem dan Demokrat. Meski sebenarnya, koalisi dua partai ini belum cukup untuk mengajukan capres.

Berita Terkait : Puan Maharani Diibaratkan Padi Yang Merunduk

Ketua DPP Partai Nasdem Zulfan Lindan meyakini, duet Anies-AHY bakal tokcer. Dia menyatakan, Anies bakal menang telak di Sumatera. Sedangkan AHY akan menguasai Jawa Timur. "Saya kira, kalau terjadi antara Anies dengan AHY, ini selesai," ucapnya, di diskusi Total Politik, Jakarta Selatan, Minggu (17/7).

Demokrat menyambut baik pernyataan Zulfan ini. Deputi Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengatakan, di internal partainya, dorongan menduetkan Anies-AHY juga sangat besar. “Aspirasi memasangkan Anies-AHY pada 2024 nanti juga cukup besar di internal kader Partai Demokrat,” ucapnya, kemarin.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto terlihat senang dengan dengan munculnya wacana duet Anies-AHY ini. Hasto sepertinya senang karena NasDem kini tidak lagi menyebut-nyebut nama Ganjar, yang dalam Rakernas menjadi satu dari tiga nama yang diusulkan menjadi capres dari partainya Surya Paloh ini. "Itu hal yang bagus dan suatu terobosan bagi NasDem untuk bisa lebih awal memadukan Anies dan AHY," ucapnya.

Berita Terkait : Kado Yang Menarik Bisa Bersisi Peralatan Rumah Tangga

Lalu, benarkan Prabowo-Puan dan Anies-AHY menjadi kekuatan besar di Pilpres? Jika disimulasikan dalam dua pasang capres, kekuatan mereka sangat besar. Seperti yang pernah dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), April lalu.

Dalam simulasi dua calon, Prabowo-Puan sukses meraih dukungan 41 persen. Sedangkan Anies-AHY 37,9 persen.

Namun, ketika nama Ganjar masuk, kekuatan mereka melemah. Seperti dalam survei yang dilakukan Poltracking, yang dirilis 9 Juni lalu. Selain Prabowo-Puan dan Anies-AHY, Poltracking juga memasukkan Ganjar-Erick Thohir. Hasilnya, Ganjar-Erick melibat Prabowo-Puan dan Anies-AHY.

Berita Terkait : Ribuan Kyai-Habib, Ulama dan Santri Istighosah Doakan Ganjar Jadi Presiden 2024

Di suveri itu, Ganjar-Erick meraih 27,6. Sedangkan Prabowo-Puan dapat 20,7 persen dan Anies-AHY meraih 17,9 persen.
 Selanjutnya