Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tidak Diundang Halal Bi Halal PDIP

Ganjar Dibuang Banteng Jateng

Minggu, 15 Mei 2022 07:30 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tengah) berbincang dengan warga penerima bantuan di Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (19/4/2022). (Foto: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/wsj).
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tengah) berbincang dengan warga penerima bantuan di Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (19/4/2022). (Foto: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/wsj).

RM.id  Rakyat Merdeka - Teka-teki kenapa Ganjar Pranowo tidak hadiri halal bihalal yang digelar PDIP Jawa Tengah (Jateng) akhirnya terkuak. Ternyata alasan Gubernur Jateng itu tak hadir karena tidak diundang. Ganjar ternyata dibuang banteng Jateng ya...

Kabar tidak diundangnya Ganjar dibocorin Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo. “Menurut informasi tidak diundang, sudah jelas kok bunyinya (dalam undangan), halal bihalal, Ketua Sekretaris DPC, Ketua DPRD dan Bupati Wali Kota, Wakil Bupati, Wakil Wali Kota. Ya sudah, memang tidak diundang,” kata Rudy, kemarin.

Rudy tetap berpikiran positif dengan sikap Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto yang tak mengundang Ganjar.

Berita Terkait : Airin Hadir Di Acara NU, Taufik: Ini Halal Bihalal & Jangan Baper

Saat ditanya apakah PDIP sudah membuang Ganjar? Rudy berkilah, hubungan Ganjar dan PDIP baik-baik saja. “Tidak ada kerenggangan dan sebagainya, tidak,” kata Rudy.

Apakah karena elektabilitas Ganjar yang terua meningkat membuat Ganjar dijauhi? Kata Rudy, harusnya hal itu disukuri. “Elektabilitas tinggi sebetulnya menguntungkan PDIP,” lanjut Rudy.

Senada, dikatakan Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemprov Jateng, Agung Kristiyanto. Menurutnya, tidak ada undangan halal bihalal dari PDIP Jateng untuk Ganjar. “Info, nggak ada puniko (nggak ada undangan). Suwun,” singkatnya.

Berita Terkait : Ganjar Mimpikan Lirikan Megawati

Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto angkat bicara soal tidak diundangnya Ganjar. Kata dia, pihaknya bukan bermaksud tidak mengundang Ganjar. Hanya saja, dia memberikan keleluasaan Ganjar untuk fokus bekerja mengurusi warganya.

“Gubernur itu tugasnya banyak. Pak Ganjar itu sangat sibuk. Jadi, ya sudahlah saking sibuknya kita paham,” ujar Bambang Pacul, sapaan akrab Bambang Wuryanto.

Menurut dia, melihat kesibukan orang lain, biasanya orang Jawa lebih baik mengabaikannya daripada mengganggunya. “Orang Jawa main memahami rasa, kita tidak mau mengganggu kesibukan. Kita ngomong saja situasi, sangat kita paham,” tegas Ketua Komisi III DPR itu.
 Selanjutnya