Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- HUT ke-61 IKPI Hadirkan 11 Kegiatan, Jalan Sehat Jadi Magnet Ribuan Peserta
- PSSI Siapkan 254 Tiket Suporter Buat Laga Tandang Lawan Singapura
- Nazriel Tak Mau Cepat Puas, Bidik Final Bersama Persib
- Bekal Lawan Vietnam, Herdman Puji Mental Baja Timnas
- Real Madrid Buang Keunggulan, Ditahan Fiorentina 2-2
Panglima TNI: 1 Tricon Container US Army Yang Disegel Bea Cukai Lampung, Bukan Barang Ilegal
Minggu, 24 Juli 2022 20:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan, satu Tricon Container US Army berisi senjata yang disegel Bea Cukai Pelabuhan Panjang, Lampung pada Sabtu (24/7) karena tidak ada izin security clearance, bukan barang ilegal.
Senjata tersebut, rencananya akan dipakai dalam latihan bersama TNI dengan angkatan militer Amerika.
"Jadi yang kemudian kemarin di Pelabuhan Panjang Bandar Lampung itu adalah missed. Bukan sesuatu yang kemudian menjadi ilegal," kata Andika kepada wartawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (24/7).
Baca juga : Pengamat Beberin 3 Faktor Yang Pengaruhi Pembangunan BTS Di Daerah 3T
"Soal izin security clearance, itu hanya persoalan teknis di lapangan. Karena sebetulnya, sudah ada konfirmasi antara petinggi di tingkat perwakilan militer kedua negara. Dalam hal ini, Indonesia dan Amerika," imbuhnya.
Andika menjelaskan, pihaknya bertanggung jawab atas security clearance yang berhubungan dengan kunjungan, kedatangan, personil, dan berbagai material yang datang.
Mekanismenya, perwakilan negara asing di Indonesia mengirim surat nota diplomatik ke Panglima TNI untuk melaporkan, sekaligus mengisi formulir Clearance Approval for Indonesia territory (CAIT).
Baca juga : Jelang Ramadan, Vaksinasi Yang Digelar Binda Kepri Diserbu Ribuan Masyarakat
"Proses dan mekanisme pemberian security clearance ini selalu kita lakukan. Bahkan, untuk kedatangan yang tidak terjadwal, itu ada mekanismenya. Nggak ada jadwal dan ggak ada rencana pun tetap bisa. Yang penting, kita verify atau konfirmasi," terang Andika.
Saat ini, peralatan militer yang sudah tiba di Pelabuhan Panjang mencakup 11 helikopter (4 jenis Apache, 7 Black Hawk), 4 satuan penembakan untuk artileri medan roket sistem.
"Kalau di kita, namanya Astros, mereka HIMARS," ujar Andika.
Baca juga : Bertahan Di Tengah Gempuran Corona, Ini Yang Dilakukan Mitra Binaan Pertagas
Selain itu, juga ada 3 satuan tembakan untuk artileri medan dengan canon system, kaliber 105. Kendaraan darat 4 humphy, beberapa alat berat, dan trailer truck.
Sementara senjata yang belum masuk dalam daftar security clearance, jumlahnya ada 618. Seluruhnya, merupakan senjata perorangan.
"Personil Amerika yang akan ikut latihan bersama, jumlahnya sekitar 1125," ucap Andika. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya