Dewan Pers

Dark/Light Mode

Peduli Lingkungan

Cucu Soekarno Dan Sungai Watch Bersihkan Sungai Di Bali

Kamis, 28 Juli 2022 11:40 WIB
Cucu dari Presiden Soekarno, Kiran Seegers. (Foto: Ist)
Cucu dari Presiden Soekarno, Kiran Seegers. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Salah satu cucu dari Presiden Soekarno, Kiran Seegers bersama Sungai Watch melakukan gerakan membersihkan sungai di daerah Bali. 

Selama seminggu, Kiran Seegers membersihkan sampah sungai di daerah Tambak Bayuh, Gianyar dan Ubud. Sungai Watch mengadakan kegiatan membersihkan sungai di beberapa area di Bali. 

Sungai Watch adalah salah satu Gerakan kepedulian dalam permasalahan sampah sungai di area Bali dan sekitarnya. Didirikan pada tahun 2020 oleh Gary, Kelly and Sam Bencheghib. 

Berita Terkait : Bupati Lampung Timur Dan PHE OSES Pantau Pembersihan Minyak Dari Udara

Ada sekitar 55 pejuang sungai yang bersemangat, bekerja setiap hari untuk menciptakan solusi untuk menghentikan aliran polusi plastik agar tidak masuk ke laut.

Dalam kegiatan Bersama Sungai Watch ini Kiran membantu membuat instalasi “trash barrier” sungai di daerah Tumbak Bayuh dan Ubud, cara ini adalah salah satu cara termudah untuk menghentikan aliran polusi plastik dari sungai menuju ke laut dan memulihkan aliran sungai agar tidak terhalang oleh sampah.

Masalah sampah di daerah sungai di Bali menjadi perhatian bagi Kiran dan tim Sungai watch, hampir sekitar 80 persen sampah yang ada di laut datangnya dari sungai. Maka dari itu membuat sistem teknologi penahan sampah ini cukup efektif untuk menahan aliran sampah dari sungai ke laut.

Berita Terkait : Dukung UMKM, ShopeePay Dan ukmindonesia.id Gelar Pelatihan Bisnis Gratis

Dalam summer holiday ini Kiran banyak belajar mengenai masalah pengolahan sampah juga yang dikumpulkan bersama sungai watch. Disini mereka mengumpulkan sampah organik dan non-organik. 

Sampah organik yang dikumpulkan dari sampah pembatas antara lain bambu, pohon truf, daun lontar dan kelapa. non-organik sampah yang kami kumpulkan terdiri dari 89 persen plastik, 8 persen kaca, 2 persen kain (beberapa di antaranya termasuk plastic (poliester) dan 1 persen logam. 

Sampah-sampah ini dikumpulkan dan melalui proses penyortiran bedasakan kategorinya dan diolah Kembali menjadi produk daur ulang.

Berita Terkait : Presiden Bersyukur Harga Dan Produksi Pertanian Terjaga Baik

Masalah sampah selalu menjadi permasalahan yang krusial di setiap daerah. Gerakan ini merupakan kepedulian dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Menjaga aliran sungai tetap bersih dan bebas dari sampah sama dengan menjaga lingkungan sekitarnya menjadi jauh lebih baik. Serta menjaga laut kita menjadi bebas dari sampah yang mengalir di sungai.

Beberapa perusahaan yang menghasilkan sampah non organic disini harusnya kedepannya menghasilkan produk yang ramah lingkungan. Menurut Kiran, kondisi ini yang harus diperhatikan kedepannya demi menciptakan lingkungan yang sehat dan juga bersih .